KUDUS, RADARPATI.ID - Warga Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo berupaya menjaga tanaman konservasi yang ditanam di Pegunungan Patiayam agar tak dirusak.
Warga setempat telah membentuk tim khusus dalam menjaga keutuhan tanaman keras tersebut.
Ketua Kelompok Tani Wonorejo Mashuri mengatakan, sebelum melaksanakan konservasi di Patiayam telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Langkah tersebut perlu dilakukan lantaran seringnya terjadi pengrusakan atau pencabutan tanaman konservasi.
Mashuri menambahkan, tindaklanjut terhadap fenomena tersebut, dibentuklah divisi keamanan.
Tim ini akan memantau perkembangan tanaman yang ditaman di Pegunungan Patiayam.
”Mereka bertugas mengawasi tanaman agar tak dirusak. Serta merawat hingga tumbuh dan berbuah,” ungkapnya.
Dibentuknya divisi keamanan ini telah membuahkan hasil. Kerja keras para kelompok tani terbayarkan untuk menjaga kelestarian Patiayam.
Tanaman keras yang ditanam 85 persen dinyatakan tumbuh dan hidup.
”Dari 2020 menanam, tahun ini kami telah menikmati hasilnya. Per pohon berbuah tujuh kilogram mangga,” imbuhnya.
Selain membentuk divisi keamanan, Mashuri juga membuat tim pemasaran. Hasil buah mangga tersebut saat ini telah distribusikan kepada tengkulak untuk sementara waktu.
Dengan pembentukan tim tersebut, warga desa setempat telah merasakan manfaat ekonomi dari tanaman buah.
Bahkan hasilnya bisa melebihi tanaman semusim seperti jagung.
Penjagaan tanaman keras ini, selain berdampak pada ekonomi akan berpengaruh pada kelangsungan alam.
Adanya tanaman keras, akan mampu mencegah erosi saat hujan. Di samping itu, air hujan akan disimpan oleh tanaman keras.
Sementara itu, total luas Pegunungan Patiayam di wilayah Desa Gondoharum ini sebesar 300 hektare. Luasan lahan ini merupakan yang terbesar.
Sedangkan penanaman tanaman keras tertanam di lahan 52 hektare. Petani dan pihak swasta terus berupaya melakukan konservasi secara jangka panjang. (gal/war/ade)
Editor : Alfian Dani