Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pengungsi Kian Bertambah, Air Bersih Semakin Berkurang

Arika Khoiriya • Senin, 12 Februari 2024 | 18:17 WIB

 

KUDUS, RADARPATI.ID - Jumlah pengungsi dari Demak yang berada di Kabupaten Kudus kian bertambah.

Kemarin, hingga pukul 17.00 pengungsi bertambah 641 orang. Sebelumnya, pada Sabtu (11/2) hanya ada 2163 pengungsi.

Sehingga saat ini pengungsi ada 2804 orang.

Koordinator Piket Posko Terminal Induk Jati Kudus Arif Anggoro mengatakan, pengungsi bertambah seiring dengan semakin banyak warga Demak yang berhasil dievakuasi.

Hingga kemarin, banjir di Karanganyar Demak akibat tanggul jebol itu diketahui semakin meluas hingga hingga ke selatan kawasan Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar Demak.

"Ketinggian air di kawasan jalan pantura Kudus-Semarang masih tinggi. Ketinggiannya 1,5 meter hingga 2 meter. Air belum bisa mengalir," terangnya.

Dirinya belum mengetahui kapan air dapat surut.

Menurut dia pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sedang melakukan penanganan tanggul yang bocor.

Terlebih saat ini debit air di Bendung Klambu mengalami kenaikan.

Setelah tanggul di Karanganyar diperbaiki, nantinya pihak BBWS Pemali Juwana akan melakukan penyedotan air menggunakan pompa ketika tanggul sudah berhasil diperbaiki.

”Air yang menggenangi pantura itu nanti akan dialirkan ke arah Juwana dan Jepara melalui sungai wulan," imbuhnya.

Ketersediaan posko pengungsian dirasa masih cukup untuk menampung warga Karanganyar, Demak.

Di Kudus sudah ada 17 posko pengungsian.

Bahkan, jika dibutuhkan, pihaknya bisa membuka titik pengungsian baru.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Getas Pejaten untuk menggunakan Graha Mustika apabila nantinya dibutuhkan.

”Graha Mustika dan Balai Desa Jati Kulon kami jadikan opsi. Bila memang dibutuhkan," ujar Kepala Sie Rekonstruksi BPBD Kudus itu.

Camat Jati Fiza Akbar mengatakan, kebutuhan paling mendesak bagi pengungsi di antaranya butuh pampers dan susu formula.

Selain itu juga butuh pakaian dalam pria dan pakaian dalam wanita.

Selain itu, kata dia, ketersediaan air bersih juga dibutuhkan.

Karena jumlah pengungsi semakin bertambah.

Pihaknya membutuhkan air bersih karena semakin banyak pengungsi airnya semakin terbatas, walaupun beberapa hari lalu ada persediaan dari pihak PT Pura.

Koriah, warga RT 5 RW 2 Karanganyar, Demak berhasil dievakuasi pada Kamis (8/2) pukul 23.00.

Saat ini dia berada dipengungsian bersama suami dan dua anaknya.

Dia tidak bisa menyelamatkan harta benda apapun dari rumah.

Saat banjir datang, kebetulan saat itu dia sedang memasak, tak sampai setengah jam, air itu semakin naik hingga sampai bahu orang dewasa.

Ia lalu terpaksa memanjat ke atas genteng dengan bantuan pohon di area rumahnya.

Sejak pukul 11.00 hingga 23.00 dia menunggu pertolongan tim SAR dari atas genteng, terus berteriak meminta tolong disertai menahan lapar.

"Saat ini karena jumlah pengungsi bertambah, kami harapkan ketersediaan air bersih juga selalu tersedia," terangnya. (ark/him/amr)

 

 

 

Editor : Syaiful Amri
#kudus #banjir bandang #demak banjir