KUDUS, RADARPATI.ID - Siswa SMK NU Al Hidayah yang memasuki berusia 17 tahun mengikuti perekaman e-KTP beberapa waktu yang lalu.
Hal itu bertujuan agar bisa menggunakan hak pilihnya dalam agenda Pemilu 14 Februari mendatang.
Kepala SMK NU Al Hidayah Khaerudin mengatakan, ada siswa yang hampir berusia 17 tahun namun belum ada niatan melakukan perekaman e-KTP.
Sehingga adanya jemput bola ke sekolah tersebut dapat membantu siswanya agar segera memiliki e-KTP.
“Sekaligus agar dapat menggunakan hak pilihnya jelang Pemilu. Ada sekitar 87 siswa yang harus mengikuti perekaman e-KTP” katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, pihaknya melakukan jemput bola ke sekolah.
Tujuannya agar siswa segera memiliki e-KTP.
”Kami melakukan kegiatan jemput bola ke sekolah untuk menyukseskan Pemilu 2024. Sasaran kami siswa yang umurnya 16 tahun ke atas,” ujarnya.
Eko berharap semua warga yang belum memiliki e-KTP dapat segera melakukan perekaman.
Sehingga dapat memiliki identitas diri dan dapat menggunakan hak pilihnya.
Sementara itu, pihak anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus Miftahurrohmah sebelumnya menjelaskan jika saat penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 di Kudus pada 21 Juni 2023 lalu, tercatat ada daftar sebanyak 624.666 pemilih.
Dari jumlah itu, ditemukan masih ada 5.166 orang yang berpotensi ikut nyoblos (pemilih pemula) yang belum punya KTP.
"Setelah berkoordinasi dengan pihak Disdukcapil Kudus pada awal Februari tinggal seribuan orang lagi yang belum perekaman," ungkapnya. (ark/him/amr)