Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Berstatus Awas, Akhirnya Pintu Bendung Wilalung Dibuka

Arika Khoiriya • Kamis, 8 Februari 2024 | 21:20 WIB
AIR PENUH: Sejumlah pengendara motor melewati jembatan pintu air Bendung Wilalung yang sudah tergenang air kemarin.
AIR PENUH: Sejumlah pengendara motor melewati jembatan pintu air Bendung Wilalung yang sudah tergenang air kemarin.


KUDUS, RADARPATI.ID - Bendungan Wilalung di Desa Kalirejo, Undaan, Kudus, sudah berstatus awas sejak Senin (5/2) lalu.

Akhirnya, pintu 8 bendung itu dibuka pada pukul 02.00 kemarin. Saat pukul 10.00 volume air berada di angka 852 meter kubik per detik dengan tinggi jagaan 38 sentimeter.

Operator Bendung Wilalung Karno menyebut, pembukaan pintu 8 pada pukul 02.00 itu, sudah sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

Pembukaan dilakukan setinggi 5 sentimeter.

Bendung Wilalung sendiri menerima air dari berbagai titik. Yakni dari Bendung Menduren Purwodadi; Bendung Dumpil, Grobogan; dan Bendung Klambu, Grobogan.

Menurutnya, peningkatan tinggi air disebabkan curah hujan serta adanya air buangan dari Bendung Dumpil, Grobogan.

”Saat ini kami menyiagakan empat personel di pos untuk berjaga-jaga,” katanya.

Bendung Wilalung sebenarnya memiliki 11 pintu untuk membuang air. Namun, hanya tiga pintu yang masih aktif, yakni di pintu nomor 6, 7, dan 8.

Saat membuka pintu nomor 8 pukul 02.00 pada Selasa (6/2) itu, pihaknya juga membawa beberapa saksi. Tidak asal membuka pintu bendung.

”Semalam ada jajaran pihak Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Undaan untuk membuka pintu," jelasnya.

Selain itu, untuk membuka pintu bendung juga tidak bisa langsung semua tiga pintu. Sebab, ada SOP.

”Termasuk harus dibuka berapa sentimeter itu juga ada aturan dan tahapannya,” terangnya.

Dia menambahkan, bendung wilalung ketika status siap atau warna hijau memiliki tinggi jagaan 1,5 meter ke-1 meter.

Sedangkan status siaga atau warna kuning memliki tinggi jagaan 1 meter ke 0,6 meter. Sedangkan status awas memiliki tinggi jagaan kurang dari 0,6 meter.

Terpisah, Warga Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kudus, Zaenal mengaku, sejauh ini saat lewat di Bendung Wilalung, air tidak sampai meluber ke area permukiman.

Jalan di sekitar Bendung Wilalung juga masih bisa dilewati. Terutama untuk pengendara sepeda motor.

”Semalam airnya naik. Tetapi paginya jalan di sekitar Bendung Wilalung masih bisa dilewati," terangnya. (ark/ade)

Editor : Alfian Dani
#dibuka #kudus #bendungan wilalung kudus