KUDUS, RADARPATI.ID - Debit air di Bendung Wilalung terus naik. Sejak Selasa (6/2) lalu, satu pintu bendung itu dibuka.
Pada hari yang sama pukul 10.00 debit air berada di angka 852 meter kubik per detik dan tinggi jagaan 38 sentimeter.
Sedangkan kemarin, debit air mencapai 1.100 meter kubik per detik. Air sudah meluber, tapi hanya ke jalan setapak area bendungan. Tak sampai ke ke permukiman.
Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie mengecek Bendung Wilalung di Desa Kalirejo, Undaan, kemarin.
”Debit air di sini (Bendung Wilalung, Red) membuat waswas. Debit air mencapai 1.100 meter kubik per detik, Sehingga berstatus awas,” kata Pj bupati Kudus.
Pihaknya meminta kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk terus memantau setiap detik kondisi Bendung Wilalung.
Supaya permasalahan dapat segera tertangani.
”Perlu adanya mitigasi sejak dini untuk Bendung Wilalung ini. dengan begitu, risiko hal-hal yang tidak diinginkan dapat segera ditangani,” katanya.
Pihaknya juga meminta kepada pihak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminimalisaso semua risiko.
Meski kondisi Bendung Wilalung bergantung pada kiriman air dari berbagai bendungan di luar Kabupaten Kudus. Salah satunya Bendung Klambu, Grobogan.
”Harus ada mitigasi bencana. Saya minta teman-teman siaga 24 jam,” tegasnya.
Operator Bendung Wilalung Karno menjelaskan, hingga kemarin siang volume air di Bendung Wilalung mencapai 1.100 meter kubik per detik.
Statusnya masih awas. Faktornya karena curah hujan dan kiriman air dari berbagai bendungan.
Meliputi Bendung Dumpil Grobogan, Bendung Klambu Grobogan, Bendung Sedadi Grobogan, serta Bendung Menduran Grobogan.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan pada Selasa (6/2) pagi lalu. Debit air di Bendung Wilalung saat itu masih 852 meter kubik per detik.
Meski volume air mencapai 1.100 meter kubik per detik, tapi kondisi permukiman di sekitar bendung yang berada di Desa Kalirejo, Undaan, itu, masih aman.
”Para petugas di pos jaga juga masih memantau selama 24 jam. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi air,” imbuhnya. (ark/ade)
Editor : Alfian Dani