RADARPATI.JAWAPOS.COM - Bougenville dapat tumbuh pendek, rimbun, dan tetap menghasilkan bunga berwarna cerah jika dirawat dengan teknik yang tepat. Salah satu kunci utamanya adalah mengatur pertumbuhan cabang, mencukupi kebutuhan sinar matahari, serta mengendalikan penyiraman dan pemupukan.
Tanaman hias yang dikenal sebagai bunga kertas ini banyak dipilih untuk mempercantik halaman rumah karena memiliki warna bunga yang menarik dan cocok ditanam di berbagai jenis area. Namun, pertumbuhannya yang relatif cepat membuat cabang bougenville mudah memanjang sehingga bentuknya kurang teratur.
Kondisi tersebut kerap mendorong pemilik tanaman melakukan pemangkasan berulang kali. Padahal, memangkas terlalu sering bukan solusi terbaik untuk mempertahankan ukuran tanaman sekaligus merangsang pembungaan.
Ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan untuk membentuk bougenville berukuran mini tanpa mengorbankan keindahan bunganya. Berikut sembilan cara yang bisa dilakukan di rumah.
1. Pangkas cabang setelah masa berbunga
Pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah bougenville menyelesaikan masa berbunga. Pada tahap ini, potong cabang yang terlalu panjang, tumbuh tidak beraturan, atau merusak bentuk tajuk.
Sisakan beberapa ruas pada cabang agar tunas baru dapat tumbuh dari bagian tersebut. Dengan demikian, tanaman berpeluang membentuk percabangan tambahan dan terlihat lebih padat.
Hindari memangkas seluruh bagian atas tanaman secara berlebihan karena tindakan tersebut belum tentu menghasilkan bentuk yang diinginkan.
2. Atur arah pertumbuhan cabang
Memotong pucuk tertinggi saja tidak cukup untuk membuat bougenville tetap pendek. Tanpa pengaturan struktur cabang, tanaman masih dapat menghasilkan tunas baru yang tumbuh tegak ke atas.
Untuk mengatasinya, tentukan bentuk tajuk yang ingin dipertahankan. Pangkas cabang yang terlalu menjulang atau arahkan pertumbuhannya ke samping agar tanaman terlihat lebih melebar.
Teknik ini cocok diterapkan bagi pemilik rumah yang ingin membentuk bougenville menyerupai pohon mini dengan tajuk yang rapi.
3. Lakukan teknik pinching pada tunas muda
Pinching merupakan teknik mencubit atau memotong ujung tunas muda untuk membantu merangsang pertumbuhan cabang samping.
Ketika ujung tunas dihilangkan, pertumbuhan pada bagian tersebut dapat berkurang sehingga tunas di sisi cabang berpeluang berkembang. Jika dilakukan pada waktu yang tepat, teknik ini membantu membentuk tanaman yang lebih rimbun.
Meski demikian, pinching tidak perlu dilakukan secara terus-menerus pada seluruh tunas. Berikan kesempatan kepada cabang untuk berkembang dan matang agar tanaman dapat memasuki fase pembungaan.
4. Pastikan bougenville mendapat sinar matahari cukup
Bougenville membutuhkan paparan sinar matahari yang memadai agar tumbuh optimal dan menghasilkan bunga dengan baik.
Tanaman yang kekurangan cahaya berisiko mengalami pertumbuhan kurang ideal dan pembungaan yang tidak maksimal. Karena itu, letakkan pot di halaman atau area terbuka yang memperoleh sinar matahari langsung dalam jumlah cukup.
Pengaturan cahaya ini perlu diperhatikan agar upaya membentuk tanaman berukuran pendek tidak berakhir dengan bougenville yang rimbun daunnya, tetapi minim bunga.
5. Hindari penyiraman berlebihan
Kelembapan media tanam perlu dijaga, tetapi bukan berarti bougenville harus terus berada dalam kondisi basah.
Siram tanaman ketika media tanam mulai mengering. Pastikan pula pot mempunyai lubang drainase yang baik agar kelebihan air dapat mengalir keluar dan tidak menggenang di sekitar akar.
Penyiraman yang terlalu sering dapat mengganggu kondisi akar. Oleh sebab itu, sesuaikan frekuensi penyiraman dengan cuaca, kondisi media, dan kebutuhan tanaman.
6. Gunakan pupuk secara seimbang
Pemupukan yang tidak tepat dapat memengaruhi keseimbangan pertumbuhan daun dan bunga. Pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi, terutama jika diberikan berlebihan, dapat mendorong pertumbuhan vegetatif sehingga tanaman lebih banyak menghasilkan daun dan tunas.
Jika bougenville tampak subur tetapi jarang berbunga, periksa kembali jenis dan dosis pupuk yang digunakan.
Pilih pupuk yang sesuai untuk tanaman hias berbunga dan ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan. Pemberian pupuk secara berlebihan tidak menjamin bunga akan tumbuh semakin banyak.
7. Manfaatkan pot untuk mengendalikan ukuran tanaman
Menanam bougenville di dalam pot menjadi pilihan praktis bagi pemilik rumah yang ingin mengatur ukuran dan bentuknya.
Ruang tumbuh akar yang lebih terbatas dapat membantu mengendalikan perkembangan tanaman dibandingkan penanaman langsung di tanah dengan ruang akar yang luas. Selain itu, tanaman dalam pot lebih mudah dipindahkan untuk menyesuaikan kebutuhan cahaya.
Namun, pilih pot dengan ukuran yang tetap memadai bagi akar. Pot yang terlalu kecil justru dapat menghambat pertumbuhan dan membuat tanaman mengalami stres.
8. Bentuk bougenville menyerupai pohon mini
Bougenville dapat dikembangkan menjadi pohon hias berukuran kecil dengan tajuk yang teratur.
Caranya, pilih satu batang utama yang sehat dan kuat sebagai penopang. Selanjutnya, pangkas cabang yang tumbuh terlalu rendah sesuai bentuk yang diinginkan, lalu pertahankan cabang-cabang di bagian atas sebagai kerangka tajuk.
Lakukan pemangkasan lanjutan secara terukur untuk menjaga ketinggian dan kerapian tanaman. Dengan pembentukan yang konsisten, bougenville dapat menjadi elemen dekoratif yang menarik untuk halaman depan maupun teras rumah.
9. Beri jeda sebelum melakukan pemangkasan berikutnya
Kesalahan yang sering terjadi adalah memangkas setiap tunas baru yang mulai memanjang. Padahal, tanaman membutuhkan waktu untuk membentuk cabang dan mematangkan pertumbuhannya.
Pemangkasan berulang tanpa mempertimbangkan kondisi tanaman dapat menghambat pembentukan struktur tajuk dan menghilangkan tunas yang berpotensi mendukung pembungaan.
Karena itu, lakukan pemangkasan berdasarkan kebutuhan bentuk tanaman. Ketika bougenville mulai membentuk kuncup atau memasuki fase berbunga, hindari pemangkasan yang tidak diperlukan agar perkembangan bunga tidak terganggu.
Pola perawatan agar bougenville tetap mini dan berbunga lebat
Untuk mempermudah perawatan, pemilik tanaman dapat menerapkan pola sederhana. Pangkas cabang yang terlalu panjang setelah masa berbunga, kemudian lakukan pinching secara selektif ketika tunas baru berkembang.
Selama masa pertumbuhan, arahkan cabang agar tajuk tidak hanya menjulang ke atas. Lengkapi perawatan dengan paparan sinar matahari yang cukup, penyiraman sesuai kondisi media, serta pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman.
Ketika kuncup bunga mulai muncul, kurangi pemangkasan yang tidak mendesak. Langkah ini memberi kesempatan kepada tanaman untuk menyelesaikan perkembangan bunganya.
Dengan perawatan yang konsisten, bougenville dapat tumbuh lebih kompak, memiliki percabangan yang rimbun, dan tetap menjadi penghias halaman rumah dengan bunga-bunga berwarna cerah. (*)
Editor : Zakarias Fariury