RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kebiasaan membasmi semut dengan cara menginjaknya di dalam rumah ternyata sangat tidak dianjurkan oleh para ahli entomologi.
Bukannya menyelesaikan masalah, tindakan tersebut justru berpotensi memancing kedatangan pasukan semut dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Baca Juga: Cara Ampuh Basmi Semut yang Muncul di Rumah
Mengutip dari The Spruce, ketika semut—khususnya jenis semut kayu (carpenter ant)—mati akibat terinjak, tubuhnya akan melepaskan cairan kimia berupa feromon dan asam format.
Reaksi kimia ini berfungsi sebagai sinyal bahaya untuk memperingatkan koloni di sekitarnya.
"Mereka mengirimkan sinyal bahaya untuk memperingatkan koloni di dekatnya bahwa ada ancaman. Mereka akan datang untuk menyelidiki, membela diri, dan melakukan respons yang lebih terkoordinasi.
Secara kontraintuitif, Anda justru berakhir dengan lebih banyak semut," terang Louisa Messenger, ahli entomologi medis dan profesor di University of Nevada, Las Vegas.
Selain memicu respons pertahanan dari koloninya, cairan asam format yang dikeluarkan semut kayu saat terinjak juga beraroma menyengat menyerupai cuka serta berisiko menyebabkan iritasi pada kulit manusia.
Ketua Entomologi di California Academy of Sciences, Brian L. Fisher, menambahkan bahwa koloni semut kayu memiliki struktur yang sangat kuat dan terus berkembang.
Membunuh beberapa semut pekerja tidak akan menghentikan koloni, sebab subunit sarang lain akan dengan cepat datang menggantikan posisi yang hilang.
Meski jejak feromon dapat dibersihkan secara sementara menggunakan air sabun atau cuka, langkah pencegahan secara menyeluruh tetap diperlukan untuk menjaga rumah bebas dari serangga ini:
Menutup Akses Masuk
Telusuri celah atau retakan pada dinding dan lantai yang menjadi jalur masuk semut, lalu tutup rapat menggunakan silikon bening atau kapur.
Memanfaatkan Bahan Alami
Gunakan cengkeh (utuh maupun bubuk) untuk mengusir semut, atau gunakan racikan boraks dan gula sebagai umpan pembasmi koloni.
Menjaga Kebersihan Area Dapur
Simpan makanan dalam wadah kedap udara, segera bersihkan tumpahan cairan manis, dan rutin membuang sampah agar tidak memancing kedatangan semut. (*)
Editor : Zakarias Fariury