RADARPATI.JAWAPOS.COM - Sebagian masyarakat Muslim di Indonesia bersiap memperingati tradisi Rebo Wekasan yang pada tahun ini bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026 (28 Safar 1448 Hijriah).
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, momentum hari Rabu terakhir di bulan Safar ini diposisikan sebagai ruang ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dari berbagai bencana.
Baca Juga: Rebo Wekasan Jatuh pada 12 Agustus 2026? Ini Amalan dan Doa-Doanya
Etimologis kata Rebo Wekasan berakar dari bahasa Jawa, yakni "Rebo" yang berarti hari Rabu dan "wekasan" yang bermakna akhir atau penutup.
Perspektif Syariat dan Esensi Tradisi
Dalam ajaran Islam, tidak ada keyakinan bahwa bulan Safar maupun hari-hari tertentu membawa kesialan. Mitos nasib buruk pada bulan Safar merupakan sisa kepercayaan era Jahiliyah yang telah diluruskan oleh Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, para ulama menegaskan bahwa Rebo Wekasan hendaknya dimaknai secara proporsional. Tradisi ini dijalankan bukan atas dasar ketakutan akan kesialan, melainkan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui perbanyakan doa, zikir, dan amalan saleh.
Bacaan Doa Rebo Wekasan
Salah satu amalan utama yang dianjurkan oleh para ulama—sebagaimana termaktub pula dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur karya Syekh Abdul Hamid—adalah memanjatkan doa keselamatan. Doa ini dibaca sebagai permohonan agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dari segala bentuk ujian dan duka.
Berikut adalah lafal doa Rebo Wekasan yang dapat diamalkan: