RADARPATI.JAWAPOS.COM - Tradisi Rabu Wekasan atau Arba Mustamir—hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah—akan jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026 (12 Safar 1448 H).
Berdasarkan Kalender Hijriah terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, rangkaian tradisi ini dapat dimulai sejak Selasa sore, 11 Agustus 2026, selepas matahari terbenam.
Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa, di mana "Rebo" berarti hari Rabu dan "wekasan" bermakna penutup. Tradisi ini berakar dari keyakinan sebagian masyarakat terkait penurunan marabahaya di akhir bulan Safar.
Akar Sejarah dan Pandangan Islam
Rabu Wekasan secara historis berkaitan dengan tradisi masyarakat jahiliyah yang menganggap bulan Safar sebagai periode pembawa kesialan. Pandangan tersebut secara tegas telah dibantah oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari:
"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar..." (HR. Bukhari)
Meski demikian, literatur klasik seperti kitab Fathul Malik al-Majid al-Mu'allaf li Naf'il 'Abid karya Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi (w. 1151 H) mencatat penafsiran sebagian ulama kasyf mengenai turunnya 320 ribu bencana pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Berakar dari pandangan tersebut, sejumlah ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah sebagai ikhtiar memohon perlindungan (dafi' al-bala').
Tata Cara Amalan Salat Sunah Mutlak
Salah satu amalan yang dianjurkan oleh KH M. Djamaluddin Ahmad (Pengasuh PP Bumi Damai Al-Muhibbin Jombang) dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah adalah menunaikan salat sunah mutlak dua rakaat.
1. Niat Salat
(Saya berniat salat dua rakaat karena Allah Ta'ala)
2. Bacaan Surat per Rakaat
-
Surat Al-Fatihah (1 kali)
-
Surat Al-Kautsar (17 kali)
-
Surat Al-Ikhlas (5 kali)
-
Surat Al-Falaq (1 kali)
-
Surat An-Nas (1 kali)
Doa Perlindungan Rabu Wekasan
Selepas menunaikan salat, jamaah dianjurkan membaca doa pemohon keselamatan berikut: