Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Panduan Lengkap Takbir Idul Fitri: Bacaan, Waktu, dan Hikmahnya

Abdul Rochim • 2026-03-20 22:01:54
Tradisi takbir keliling di Indonesia.
Tradisi takbir keliling di Indonesia.

RADAR PATI - Mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri adalah salah satu syiar Islam yang sangat dianjurkan untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.  

Di zaman Rasulullah SAW, umat Islam mengumandangkan takbir menjelang salat Idulfitri. Kebiasaan ini terekam dalam Hadis Riwayat asy-Syafi’i yang berbunyi:

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ia apabila pergi ke tanah lapang di pagi hari Id, beliau bertakbir dengan mengeraskan suara takbirnya.

Baca Juga: Zakat Fitrah : Dasar Hukum, Keutamaan dan Syarat Sahnya

Dalam riwayat lain (dikatakan): Beliau apabila pergi ke tempat shalat pada pagi hari Idul Fitri ketika matahari terbit, beliau bertakbir hingga sampai ke tempat shalat pada hari Id, kemudian di tempat shalat itu beliau bertakbir pula, sehingga apabila imam telah duduk, beliau berhenti bertakbir. (HR. asy-Syafi‘i dalam al-Musnad, I:153, hadis no. 444 dan 445).

Tradisi takbiran kemudian berkembang di Indonesia seiring masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-13 melalui para ulama dan saudagar Timur Tengah. Pada masa Kesultanan Demak, takbiran dilakukan di masjid dan di alun-alun. 

Seiring waktu, takbiran mulai berkembang di Indonesia. Tradisi takbiran kemudian diwarnai dengan parade mobil hias, pawai obor, hingga memanfaatkan media elektronik dan digital.

1. Dasar Hukum
Hukum membaca takbir pada malam Idul Fitri adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, di mana pun mereka berada. 

Dasar hukumnya merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185:
"...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam haditsnya yang berbunyi:   زينوا اعيادكم بالتكبير "Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."

2. Keutamaan
Beberapa keutamaan melantunkan takbir di malam hari raya antara lain:

Bentuk Syukur & Kemenangan: Sebagai ekspresi rasa syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk menyelesaikan ibadah puasa Ramadan. 

Menghidupkan Hati: Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam hari raya (dengan ibadah/takbir), maka hatinya tidak akan mati di saat hati yang lain mati. 

Penghapus Dosa: Menjadi sarana dzikir yang sarat makna untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah. 

Syiar Islam: Mengagungkan kebesaran Allah di tempat-tempat umum seperti masjid, mushala, atau di rumah. 

3. Tata Cara Membaca Takbir
Takbir Idul Fitri termasuk jenis Takbir Mursal, yaitu takbir yang tidak terikat waktu shalat dan dianjurkan dibaca kapan saja sepanjang malam. 

Waktu Pelaksanaan: Dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga imam naik ke mimbar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. 

bacaan takbir secara lengkap adalah:  

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah."  

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum.   اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Cara Membaca: 

Editor : Abdul Rochim
#takbir idul fitri #malam lebaran #hukum takbir #keutamaan takbir #bacaan takbir lengkap #takbir singkat #syiar islam #sunnah muakkadah #takbir mursal #tradisi takbiran #sejarah takbiran #takbir nusantara #dzikir malam id #amalan lebaran #idul fitri