Tradisi ini telah dilakukan sejak masa Rasulullah SAW dan terus dilestarikan hingga saat ini.
Pada masa Rasulullah SAW, umat Islam telah membiasakan diri untuk mengumandangkan takbir menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri.
Baca Juga: Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, untuk Istri, Anak hingga Keluarga
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang disampaikan oleh Imam asy-Syafi’i:
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ketika beliau pergi ke tanah lapang pada pagi hari Id, beliau bertakbir dengan suara lantang.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau bertakbir sejak matahari terbit hingga sampai ke tempat salat, dan terus melakukannya sampai imam duduk untuk memulai khutbah. (HR. asy-Syafi‘i dalam al-Musnad).
Seiring perkembangan Islam di Nusantara sejak abad ke-13 melalui para ulama dan pedagang dari Timur Tengah, tradisi takbiran turut berkembang di Indonesia. Pada masa Kesultanan Demak, takbir dikumandangkan di masjid maupun alun-alun.
Hingga kini, tradisi tersebut semakin beragam, mulai dari pawai obor, parade kendaraan hias, hingga siaran melalui media elektronik dan digital.
1. Dasar Hukum
Membaca takbir pada malam Idul Fitri memiliki hukum sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, di mana pun berada.
Dasar anjuran ini terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185:
"...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Selain itu, terdapat hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
زينوا اعيادكم بالتكبير
"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."
2. Keutamaan Takbir
Mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri memiliki berbagai keutamaan, di antaranya:
Ungkapan Syukur dan Kemenangan
Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kekuatan dari Allah dalam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Menghidupkan Hati
Disebutkan dalam riwayat bahwa orang yang menghidupkan malam hari raya dengan ibadah, hatinya tidak akan mati ketika hati yang lain lalai.
Sarana Penghapus Dosa
Takbir merupakan dzikir yang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon ampunan.
Syiar Islam
Menjadi bentuk pengagungan terhadap Allah yang dilakukan secara terbuka di masjid, mushala, maupun di rumah.
3. Tata Cara Membaca Takbir
Takbir Idul Fitri termasuk dalam jenis takbir mursal, yaitu takbir yang tidak terikat dengan waktu salat tertentu dan dapat dibaca kapan saja sepanjang malam.
Waktu Pelaksanaan:
Dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga imam naik ke mimbar untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
Bacaan Takbir Lengkap:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Bacaan Takbir Singkat:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Cara Membaca:
- Disunnahkan bagi laki-laki untuk mengeraskan suara (jahr) sebagai bentuk syiar.
- Perempuan dianjurkan membaca dengan suara lirih.
- Dapat dilakukan dalam berbagai posisi, baik duduk, berdiri, maupun berjalan.
Dengan mengumandangkan takbir, umat Islam tidak hanya merayakan hari kemenangan, tetapi juga memperkuat keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT.