Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, untuk Istri, Anak hingga Keluarga

Abdul Rochim • Jumat, 20 Maret 2026 | 07:49 WIB
Zakat Fitrah
Zakat Fitrah

RADAR PATI - Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Kewajiban ini berlaku bagi seluruh umat Islam tanpa terkecuali. 

Berbeda dengan jenis zakat lainnya, zakat fitrah merupakan ibadah khusus di bulan Ramadan yang bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa.

Kewajiban ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ، ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadan atas setiap Muslim, baik merdeka maupun hamba, laki-laki ataupun perempuan, yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” (HR Muslim)

Baca Juga: Zakat Fitrah : Dasar Hukum, Keutamaan dan Syarat Sahnya

Dalam penjelasan ulama seperti Syekh Abu Syuja’, ukuran zakat fitrah adalah satu sha’ makanan pokok yang berlaku di setiap daerah. 

Takaran ini setara dengan lima rithl dan sepertiga. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya berupa beras, meskipun di daerah lain bisa berupa sagu atau gandum.

Jika dikonversikan, ukuran tersebut berkisar antara 2,5 kg hingga sekitar 3,0 kg untuk kehati-hatian.

Kewajiban zakat fitrah tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang menjadi tanggungan nafkah. Hal ini dijelaskan dalam teks berikut:

وَيُزَكِّي عَنْ نَفْسِهِ وَعَمَّنْ تَلْزَمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ المُسْلِمِينَ صَاعًا مِنْ قُوتِ بَلَدِهِ، وَقَدْرُهُ خَمْسَةُ أَرْطَالٍ وَثُلُثٌ بِالعِرَاقِيِّ

“Seseorang wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya dari kalangan Muslim, sebanyak satu sha’ dari makanan pokok negerinya, yaitu lima rithl dan sepertiga menurut ukuran Irak.” (Al-Ghayah wa at-Taqrib)

Dalam pelaksanaan ibadah ini, niat menjadi hal yang sangat penting. Para ulama sepakat bahwa niat adalah syarat sah dalam zakat agar dapat dibedakan dari sedekah biasa maupun kafarat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Wahbah az-Zuhaili:

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ النِّيَّةَ شَرْطٌ فِي أَدَاءِ الزَّكَاةِ، تَمْيِيزًا لَهَا عَنِ الْكَفَّارَاتِ وَبَقِيَّةِ الصَّدَقَاتِ، لِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَأَدَاؤُهَا عَمَلٌ، وَلِأَنَّهَا عِبَادَةٌ كَالصَّلَاةِ فَتَحْتَاجُ إِلَى نِيَّةٍ لِتَمْيِيزِ الْفَرْضِ عَنِ النَّفْلِ

“Para fuqaha sepakat bahwa niat merupakan syarat dalam menunaikan zakat, agar dapat dibedakan dari kafarat dan sedekah lainnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW: Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.”

Secara umum, niat cukup dilakukan dalam hati. Namun, melafalkannya juga dianjurkan agar lebih mantap saat menunaikan zakat fitrah. Berikut beberapa contoh lafaz niat:

Niat untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat untuk istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat untuk anak laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an waladi... fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku….”

Niat untuk anak perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an binti... fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku….”

Niat untuk diri dan keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘anni wa ‘an jami’i ma yalzamuni nafaqatuhum syar’an fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh tanggunganku.”

Niat untuk yang diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (...) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an ... fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk….”

Selain itu, penerima zakat dianjurkan mendoakan pemberi zakat dengan doa berikut:

أَجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Ajarakallāhu fīmā a’thaita wa bāraka fīmā abqaita wa ja’alahu laka ṭahūrā.
Artinya: “Semoga Allah memberi pahala atas apa yang engkau berikan dan memberkahi hartamu serta menjadikannya sebagai penyuci.”

Dengan memahami niat, ukuran, dan tata cara zakat fitrah, setiap Muslim diharapkan dapat menunaikan kewajiban ini dengan benar sesuai tuntunan syariat.

Zakat fitrah tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama di Hari Raya Idulfitri. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

 

Editor : Abdul Rochim
#Idulfitri #zakat fitrah #hukum zakat fitrah #niat zakat fitrah #zakat beras #ukuran zakat fitrah #kewajiban muslim #doa zakat fitrah #tata cara zakat #ramadan