KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus musim hujan dan terjadi banjir, bermunculan penyakit musiman.
Masyarakat harus bisa mengenali gejala dan melakukan pencegahan agar tidak terjangkit penyakit.
Plt Kepala DKK Kudus dr. Mustiko mengatakan, penyakit yang sering menyerang dikala musim hujan ada lima yang mendominasi.
Yakni Leptospirosis, diare dan kolera, demam berdarah, infeksi kulit dan demam tifoid.
Pihaknya imbau lewat Puskesmas untuk melakukan penyuluhan terhadap masyarakat.
"Terkait untuk menjaga kebersihan. Terutama di tempat pengungsian, tim kesehatan terus memantau kondisi kesehatan pengungsi,” ungkapnya.
Menurutnya, diwilayah pemukiman yang ada genangan air maupun tidak, juga perlu mawasdiri dan menjaga kebersihan.
Musim hujan kalau Sudah reda biasanya, banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, karena air sumur banyak yang tercemar.
Ini tugas kader kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan melaporkan ke Puskesmas agar bisa diberikan obat untuk menjernihkan kembali air sumur yang tercemar.
Dokter Mustiko menambahkan, balita banyak yang mengalami diare.
Pihaknya sudah menyediakan obat-obatan untuk demam, diare, influenza dan infeksi kulit.
Waspada juga pasca musim hujan atau memasuki musim panas, seperti ancaman demam berdarah.
segeralah membersihkan rumah dan supaya tidak ada genangan air, karena sebagai tempat berkembang biak nyamuk,” terangnya.
Dokter Mustiko menambahkan, cara pencegahannya yakni hindari genangan banjir kotor.
Rajin cuci tangan pakai sabun dan buang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kalau merasakan demam tiga hari, lanjutnya, muntah, diare dan lainnya segera ke fasilitas kesehatan.
"Apalagi mengalami lemas ekstrem atau sesak nafas. Kemudian, muncul ruam kulit makin parah dan infeksi luka langsung periksa ke dokter keluarga atau Puskesmas,” imbuhnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim