PATI – Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin meminta masyarakat agar menjaga nurani di tengah carut marutnya peradaban sekarang ini.
Dia menekankan pentingnya bersikap adil agar tak mudah terombang-ambing.
Untuk itu manusia perlu menjaga kuda-kuda keberadaannya, yaitu nurani dan akal sehat, agar tak gampang digoyang badai pengaruh buruk.
"Di Amerika misalnya, tiktok sampai dibanned karena digunakan warga untuk menyuarakan pembelaan terhadap Palestina. Mereka memiliki kesadaran memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menggaungkan suaranya di ruang publik," jelas Anis.
Di Indonesia pun media sosial acap dipakai untuk tujuan serupa, sehingga ada ungkapan "tak viral, tak ditindak-lanjuti”.
Meski harus diakui, secara umum media sosial di sini lebih banyak dipakai oleh kekuasaan untuk mengendalikan opini publik.
Fakta ini setidaknya memberi kita gambaran betapa cara berpikir kita sebenarnya gampang dibentuk lewat gelontoran opini yang dilakukan pihak-pihak tertentu lewat media sosial.
"Maka penting punya kemampuan untuk menentukan sikap dari awal, agar tak mudah diatur pendapat dari luar. Ibaratnya tak punya kuda-kuda, jadi sedikit saja disenggol sudah jatuh," tambahnya.
Menurut Anis, penajaman nurani menjadi penting dalam penentuan sikap tersebut, karena pada dasarnya otak bukanlah penilai kebenaran, tapi sumber pembenaran.
"Adanya bias kognitif membuat kita sulit membedakan mana yang benar dan yang salah; dan hanya mampu membangun pembenaran bagi suatu situasi" ujarnya.
"Sekarang ini kita banyak dihadapkan dengan ironi dan dilema. Kebakaran besar di Los Angeles Amerika Serikat misalnya. Karena masyarakat dunia sedang menyorot peran besar pemerintah Amerika dalam genosida di Palestina; akibatnya simpati terhadap kejadian ini cenderung sepi atau bahkan nihil,” paparnya.
Itu bisa dilihat dari tak adanya tagar Pray For L.A. yang bersliweran di media sosial. Sebagian bahkan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah hukuman bagi pemerintah Amerika.
Dalam acara Suluk Maleman yang bertajuk ‘Meniti Langit, Menapak Bumi’ tersebut, Anis kembali menegaskan pentingnya manusia untuk menyadari bahwa sejatinya dia adalah mahluk ruhani yang berada di alam jasmani.
Semua peristiwa yang terjadi sekarang pada dasarnya hanya menegaskan bahwa kesadaran tersebut telah tergerus, karena peradaban hampir sepenuhnya dikendalikan oleh kepentingan jasmani. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab