Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Keutamaan dan Amalan Jumat Terakhir di Bulan Rajab

Zakarias Fariury • Kamis, 2 Januari 2025 | 00:29 WIB
Ilustrasi Orang Berdoa
Ilustrasi Orang Berdoa

RADARPATI.ID - Tepat pada 1 Januari 2025, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan Rajab 1446 Hijriah, salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam.

Bulan ini memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, terutama karena peristiwa bersejarah Isra Mikraj yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan agama Islam.

Isra Mikraj, peristiwa luar biasa yang terjadi di bulan Rajab, adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh.

Menariknya, perjalanan ini berlangsung hanya dalam satu malam.

Dalam momen ini pula, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi umat Islam hingga akhir zaman.

Sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, Rajab dikenal sebagai waktu yang penuh berkah dan rahmat.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti berdoa, berdzikir, dan melakukan amalan sunnah lainnya.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan mendapatkan keberkahan dan pengampunan.

Keutamaan Jumat Terakhir di Bulan Rajab

Salah satu hari istimewa yang mendapat perhatian khusus di bulan Rajab adalah Jumat terakhir. Sejumlah ulama, terutama kalangan habaib, menganjurkan amalan khusus yang dapat dilakukan pada hari tersebut.

Dilansir dari laman resmi Lirboyo.net, amalan yang paling masyhur di kalangan ulama pada Jumat terakhir bulan Rajab adalah membaca kalimat:

“Ahmad Rasûlullâh, Muhammad Rasûlullâh”

Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”

Kalimat ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 35 kali saat khatib menyampaikan khutbah kedua dalam salat Jumat.

Amalan tersebut diyakini memiliki keutamaan tersendiri, salah satunya adalah menjaga keberkahan rezeki sepanjang tahun.

Banyak orang yang telah mencoba amalan ini dan merasakan manfaatnya.

Dalam kitab Kanzun Najah was Surur disebutkan bahwa amalan ini dapat dibaca dalam hati ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah dimulai, atau saat doa untuk para sahabat.

Amalan ini memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk memanfaatkan bulan Rajab sebagai momentum mempertebal keimanan dan memperbanyak amal ibadah.

Menghidupkan Bulan Rajab dengan Ibadah

Bulan Rajab menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Selain menjalankan amalan khusus, memperbanyak salat sunnah, berpuasa, serta bersedekah menjadi cara untuk memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini.

Dengan segala keutamaannya, Rajab tidak hanya menjadi waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga momen refleksi untuk memperbaiki diri.

Umat Islam di seluruh dunia diharapkan dapat menghidupkan bulan ini dengan ibadah dan amal kebaikan yang membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. (ury)

Editor : Abdul Rochim
#tahun baru #rajab #puasa bulan Rajab disunahkan #amalan bulan Rajab #Bulan Rajab #amalan