PATI - Genosida yang terjadi di Palestina menjadi bukti nyata bagaimana manusia kini tak lagi ragu mempertontonkan kebiadabannya.
"Tak hanya kehilangan rasa malu, mereka bahkan aktif menciptakan narasi untuk meredam empati internasional terhadap para korban. Mulai dari dalih hak mempertahankan diri hingga tuduhan anti-semitisme," ungkap Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/11) di Rumah Adab Indonesia Mulia.
Dalam kajian bertema Dunia yang Makin Ajaib tersebut, Anis menjelaskan bahwa peradaban modern semakin membuat manusia kehilangan jati dirinya.
Tragedi di Palestina, menurutnya, adalah simbol terbukanya kotak pandora yang memperlihatkan wajah asli peradaban kita saat ini.
“Dengan lunturnya nilai-nilai kemanusiaan, manusia kehilangan fondasi keberadaannya. Hal ini membuat kita semakin dekat dengan kehancuran, baik di dunia maupun akhirat,” tegasnya.
Budayawan asal Pati itu juga menyayangkan perkembangan ilmu pengetahuan yang bukannya memperbaiki, malah memperburuk moral manusia.
Hasil-hasil penelitian seringkali digunakan untuk memanipulasi kesadaran manusia.
“Jangan sampai kita memasuki era di mana yang disebut manusia hanya tinggal fisiknya saja, sedangkan isinya entah apa,” ujarnya dengan nada satir.
Anis menyoroti apa yang disebutnya sebagai paradoks modernitas.
Teknologi memang memberi ilusi kemajuan, tetapi di sisi lain menunjukkan kemerosotan moral yang makin nyata.
“Kenapa akhlak manusia semakin memburuk? Salah satunya karena pengawasan dan pendidikan dalam keluarga semakin melemah. Orang tua sibuk memenuhi kebutuhan materi yang terus meningkat, sehingga tidak punya waktu untuk menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak-anaknya,” jelasnya.
Meski demikian, Anis yakin negara memiliki peran penting untuk memperbaiki keadaan.
Ia mencontohkan langkah Cina yang mampu menerapkan algoritma guna membatasi dampak negatif media sosial.
Dalam situasi seperti ini, menurutnya, penanaman akhlak mulia menjadi sangat mendesak.
"Akhlak yang baik adalah fondasi utama ketaqwaan. Ketaqwaan menjaga kita tetap waspada, dengan memaksimalkan fungsi pendengaran, penglihatan, dan hati," paparnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab