RADARPATI.ID - Buah duku dan langsat sering kali dianggap mirip karena tampilannya yang serupa, namun keduanya memiliki perbedaan penting dalam tekstur, rasa, dan kandungan gizi.
Meskipun keduanya berasal dari genus Lansium, perbedaan ini bisa membuat mereka mudah tertukar.
Duku, yang juga dikenal sebagai Lansium parasiticum, adalah buah dari keluarga Meliaceae yang berasal dari Asia Tenggara bagian barat.
Buah ini mirip dengan langsat, kokosan, pisitan, celoring, dan berbagai buah lainnya dengan variasi yang berbeda.
Langsat, meskipun tampaknya biasa, sebenarnya adalah buah khas Maluku yang istimewa.
Dengan nama ilmiah Lansium domesticum, langsat masih dalam keluarga yang sama dengan duku.
Meskipun kedua buah ini terlihat serupa dari luar, terdapat banyak perbedaan signifikan antara langsat dan duku yang sering kita temui.
Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara buah duku dan langsat:
- Asal-usul
- Duku: Asal buah ini adalah Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, dan banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Duku sering dianggap sebagai buah asli Indonesia.
- Langsat: Juga berasal dari Asia Tenggara, langsat tersebar lebih luas, termasuk di Thailand, Filipina, dan India. Langsat lebih suka tumbuh di daerah dengan musim kemarau panjang.
- Bentuk dan Ukuran
- Duku: Memiliki bentuk bulat dengan ukuran bervariasi dari kecil hingga besar, tergantung varietas. Kulitnya tebal, agak kasar, dan berwarna kuning kecokelatan, serta lebih halus tanpa banyak bintik hitam.
- Langsat: Bentuknya lonjong dan ukurannya lebih kecil dibandingkan duku. Kulit langsat lebih tipis, bergetah, dan berwarna kuning pucat dengan banyak bintik hitam kecil.
- Tekstur dan Rasa
- Duku: Daging buahnya tebal dan cenderung lebih kering dengan rasa manis dan sedikit keasaman yang lembut. Biji duku kecil dan tidak terasa pahit jika tergigit.
- Langsat: Daging buahnya lebih tipis dan berair dengan rasa manis dan keasaman yang lebih dominan. Biji langsat cenderung pahit dan tidak disarankan untuk tergigit.
- Kandungan Gizi
- Duku: Kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan, serta mineral seperti kalium yang baik untuk kesehatan jantung.
- Langsat: Mengandung vitamin C namun sedikit lebih rendah dibandingkan duku, dan memiliki kandungan serat yang lebih sedikit.
Langsat juga mengandung folat yang penting untuk kesehatan sel dan pencegahan anemia.
- Cara Konsumsi
- Duku: Biasanya dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Kulit yang tebal memudahkan pembukaannya tanpa menodai tangan dengan getah.
Duku juga sering digunakan dalam campuran rujak atau sebagai pelengkap minuman segar.
- Langsat: Juga sering dimakan langsung, tetapi kulitnya yang tipis dan bergetah memerlukan hati-hati saat membukanya.
Getah langsat bisa meninggalkan noda lengket di tangan. Langsat juga bisa dibuat menjadi manisan atau selai.
Perbedaan lainnya meliputi ketebalan kulit, kandungan getah, ketebalan daging buah, kandungan air, daya simpan, batang pohon, dan jumlah buah yang dihasilkan. (*)
Editor : Abdul Rochim