Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kenapa Tubuh Gampang Lemas? Ternyata Itu Salah Satu Tanda Diabetes, Waspada dan Kenali Beberapa Gejala Lainnya, Ini Dia Tanda-Tanda dari Diabetes

Andre Faidhil Falah • Minggu, 25 Agustus 2024 | 02:00 WIB
ILUSTRASI: Tubuh lemas. (Freepik)
ILUSTRASI: Tubuh lemas. (Freepik)

RADARPATI.ID - Mengonsumsi makanan manis memang bisa memberikan kepuasan dan kebahagiaan.

namun konsumsi gula yang melebihi batas rekomendasi harian dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 50 gram, setara dengan sekitar empat sendok makan.

Kelebihan gula dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan yang berdampak pada meningkatnya risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Diabetes, seperti yang dijelaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dan dapat merusak organ-organ seperti jantung, pembuluh darah, saraf, mata, dan ginjal.

Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum dan terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia berada di urutan kelima dalam jumlah penderita diabetes dengan 19,5 juta kasus, dan diprediksi akan meningkat menjadi 28,6 juta kasus pada tahun 2045.

Untuk mengenali apakah tubuh Anda ternyata kandungan gulanya melebihi batas, berikut adalah beberapa tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

  1. Sakit Kepala dan Penglihatan Buram

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa mata, yang mengubah bentuk lensa dan menyebabkan penglihatan buram.

Selain itu, sakit kepala juga umum terjadi pada penderita kadar gula darah tinggi.

  1. Mudah Lapar dengan Penurunan Berat Badan

Penderita gula darah tinggi sering merasa lapar (polifagia) meski berat badan mereka menurun.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat memperoleh energi yang dibutuhkan dari makanan, sehingga energi dipindahkan ke otot dan lemak, mengakibatkan penurunan berat badan yang tidak sehat. 

Baca Juga: Yoga Bisa Bermanfaat Bagi Kecantikan, Ini Penjelasan Pengamalaman Penggemar Yoga

  1. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil

   Gejala ini menandakan ginjal bekerja keras untuk mengeluarkan kelebihan glukosa dari tubuh.

Sering buang air kecil dan haus berlebihan adalah indikasi bahwa kadar gula darah Anda tinggi. 

  1. Gusi Berdarah

Penyakit gusi dapat menjadi komplikasi diabetes, menyebabkan peningkatan glukosa dalam air liur dan mendukung pertumbuhan bakteri penyebab plak gigi, yang dapat berlanjut ke periodontitis jika tidak diatasi.

  1. Kaki dan Tangan Sering Kesemutan

Gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf, menyebabkan sensasi kesemutan atau mati rasa di kaki dan tangan. Nyeri juga bisa terjadi, terutama di malam hari.

  1. Perubahan Kulit

 Penderita diabetes sering mengalami kutil pada kulit serta perubahan warna atau penebalan kulit di area tertentu seperti leher, tangan, ketiak, dan wajah, yang merupakan tanda resistensi insulin.

  1. Sering Mengalami Infeksi Jamur

Kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko infeksi jamur, terutama di area genital. Gejala infeksi jamur termasuk gatal, kemerahan, nyeri saat berhubungan seksual, serta keputihan abnormal pada perempuan.

  1. Luka Sulit Sembuh

Penderita diabetes sering mengalami luka atau memar yang lambat sembuh karena kerusakan saraf dan sirkulasi darah yang tidak memadai. Luka ringan dapat menjadi infeksi dan meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan baik.

    9. Mudah Lelah

Kurangnya insulin atau insulin yang tidak berfungsi dengan baik dapat menghambat masuknya gula ke dalam sel tubuh.

Akibatnya, sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang diperlukan, yang dapat membuat Anda merasa lemas dan cepat lelah.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

 Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 meliputi:

 - Kelebihan Berat Badan: Obesitas adalah faktor risiko utama.

- Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko.

- Dislipidemia: Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.

- Riwayat Penyakit Jantung dan Hipertensi: Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes.

- Diet Tidak Seimbang: Konsumsi gula, garam, dan lemak yang tinggi serta serat yang rendah.

- Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko.

- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.

- Diabetes Gestasional: Pernah mengalami diabetes selama kehamilan.

 Memahami tanda-tanda dan faktor risiko diabetes dapat membantu Anda mencegah dan mengelola kondisi ini dengan lebih baik.

Sumber:

Universitas Sebelas Maret

Editor : Abdul Rochim
#hipertensi #kesemutan #jantung #infeksi jamur #diabetes #gejala #buang air kecil