RADARPATI.ID - Gangguan tidur pada malam hari menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh kalangan lansia.
Banyak dari mereka mengeluhkan sulitnya memejamkan mata, sering terbangun di tengah malam, atau bangun terlalu pagi.
Fenomena ini bukanlah hal yang sepele, karena tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan.
Ada berbagai faktor yang menyebabkan lansia kesulitan tidur pada malam hari, mulai dari perubahan alami yang terjadi seiring bertambahnya usia hingga kondisi medis tertentu.
- Perubahan Pola Tidur
Seiring bertambahnya usia, pola tidur seseorang secara alami akan berubah.
Lansia cenderung mengantuk lebih awal pada malam hari dan bangun lebih awal di pagi hari.
Selain itu, durasi tidur REM (Rapid Eye Movement) yang merupakan fase tidur paling dalam juga cenderung berkurang, sehingga lansia lebih mudah terbangun.
- Penurunan Produksi Melatonin
Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun.
Pada lansia, produksi melatonin sering kali menurun, yang menyebabkan kesulitan untuk tidur dan sering terbangun di malam hari.
Penurunan melatonin juga bisa disebabkan oleh paparan cahaya buatan, seperti dari televisi atau ponsel, yang mengganggu ritme sirkadian tubuh.
- Kondisi Medis
Banyak lansia yang menderita penyakit kronis seperti arthritis, diabetes, atau penyakit jantung, yang dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, sehingga mengganggu tidur.
Selain itu, kondisi seperti sleep apnea, sindrom kaki gelisah, dan penyakit Parkinson juga sering kali membuat tidur menjadi terganggu.
- Penggunaan Obat-obatan
Lansia sering kali mengonsumsi berbagai jenis obat untuk mengelola kondisi medis mereka.
Beberapa obat, seperti diuretik, antidepresan, atau obat tekanan darah, dapat memiliki efek samping yang mengganggu tidur.
Diuretik, misalnya, dapat membuat seseorang sering buang air kecil di malam hari, sementara antidepresan dapat mengganggu pola tidur normal.
- Faktor Psikologis
Kecemasan, depresi, dan stres juga sering menjadi penyebab insomnia pada lansia.
Rasa khawatir tentang kesehatan, kehilangan orang terkasih, atau isolasi sosial dapat memicu gangguan tidur.
Depresi pada lansia sering kali tidak terdiagnosis, namun gejalanya bisa tampak jelas dari pola tidur yang terganggu.
Kurang tidur pada lansia dapat berdampak serius terhadap kesehatan.
Tidur yang tidak cukup dapat memperburuk kondisi medis yang sudah ada, mengurangi daya tahan tubuh, dan meningkatkan risiko jatuh.
Selain itu, kurang tidur juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif, menyebabkan kebingungan, dan memperburuk gejala demensia. (ury/him)
Editor : Abdul Rochim