6 Kebiasaan Orang yang Sering Tertidur Saat Menonton TV Menurut Psikologi, Benarkah Anda Salah Satunya?

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:18 WIB
Tertidur di depan televisi. (Freepik)
Tertidur di depan televisi. (Freepik)

 

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda atau orang terdekat mudah tertidur saat sedang menonton televisi? 

Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam sudut pandang psikologi dapat berkaitan dengan berbagai pola perilaku, kebiasaan tidur, maupun kondisi keseharian seseorang.

Bagi sebagian orang, tertidur saat televisi masih menyala bukan semata-mata karena rasa kantuk.

Faktor seperti kelelahan, rutinitas yang padat, suasana yang nyaman, hingga kebiasaan sebelum tidur juga dapat berperan.

Baca Juga: Masih Sering Kepikiran Mantan? Ternyata Ini 7 Alasan Psikologis yang Menjelaskannya

Meski demikian, perlu dipahami bahwa kebiasaan ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai kepribadian atau kondisi psikologis seseorang secara pasti.

Setiap individu memiliki penyebab yang berbeda, dan jika rasa kantuk berlebihan atau gangguan tidur terjadi terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dikutip dari GE Editing, berikut enam kebiasaan yang sering dikaitkan dengan orang yang mudah tertidur saat menonton televisi menurut perspektif psikologi.

1. Sering Begadang

Salah satu penyebab yang paling umum adalah kebiasaan tidur larut malam.

Orang yang sering begadang cenderung mengalami penumpukan rasa kantuk sehingga ketika duduk santai di depan televisi, tubuh lebih mudah memasuki fase tidur.

Bukan berarti semua orang yang tertidur saat menonton TV memiliki kebiasaan begadang, tetapi pola tidur yang kurang teratur memang dapat meningkatkan rasa kantuk pada malam hari.

2. Mengalami Gangguan Tidur

Sebagian orang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur justru menyalakan televisi untuk membantu mereka merasa lebih rileks.

Suara televisi dapat berfungsi sebagai white noise atau suara latar yang membantu sebagian orang merasa lebih tenang sehingga lebih mudah terlelap.

Namun, bagi orang lain, cahaya dan suara televisi justru dapat mengganggu kualitas tidur.

Jika insomnia berlangsung terus-menerus, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau psikolog.

3. Menjadikan TV Sebagai Sarana Relaksasi

Setelah menjalani aktivitas yang padat, banyak orang memilih menonton televisi sebagai cara untuk melepas penat.

Suasana santai di sofa, pencahayaan yang redup, serta tayangan yang menghibur dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

Kondisi inilah yang membuat sebagian orang akhirnya tertidur tanpa disadari.

4. Terbiasa Melakukan Banyak Aktivitas Sekaligus

Sebagian orang memiliki kebiasaan melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan.

Seperti menonton TV sambil bermain ponsel, membalas pesan, atau menyusun rencana untuk esok hari.

Aktivitas mental yang terus berlangsung sepanjang hari dapat membuat tubuh merasa lelah ketika akhirnya beristirahat, sehingga rasa kantuk muncul saat televisi masih menyala.

5. Memiliki Imajinasi yang Aktif

Menurut sudut pandang psikologi, orang dengan imajinasi yang tinggi sering kali lebih mudah larut dalam cerita atau tayangan yang mereka tonton.

Proses membayangkan berbagai situasi dan alur cerita dapat menjadi bentuk aktivitas mental yang cukup melelahkan.

Setelah tubuh mulai rileks, sebagian orang akhirnya tertidur.

Perlu dicatat bahwa hal ini merupakan salah satu kemungkinan dan bukan ciri yang berlaku untuk semua orang.

6. Menikmati Suasana Tenang

Sebagian individu, terutama mereka yang menyukai suasana tenang atau waktu untuk diri sendiri, merasa nyaman menghabiskan malam dengan menonton televisi.

Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut menjadi rutinitas sebelum tidur yang membantu menciptakan rasa nyaman dan rileks hingga akhirnya mereka tertidur.

Tidak Selalu Berkaitan dengan Kepribadian

Psikologi memandang perilaku manusia dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga kebiasaan tertidur saat menonton televisi tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu penyebab.

Kurang tidur, aktivitas yang melelahkan, kondisi kesehatan, lingkungan yang nyaman, hingga kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi faktor yang lebih berpengaruh dibandingkan karakter kepribadian.

Jika kebiasaan ini hanya terjadi sesekali, umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, apabila Anda sering tertidur tanpa disengaja pada berbagai situasi, merasa mengantuk berlebihan di siang hari, atau kualitas tidur terasa buruk, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
tertidur saat menonton TV kebiasaan menurut psikologi perilaku manusia psikologi insomnia