JEPARA – Warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, dibuat waspada setelah dua ekor kambing milik warga ditemukan mati dengan sejumlah luka gigitan dan bagian tubuh tercabik.
Satwa liar yang diduga memangsa ternak tersebut adalah macan tutul yang hidup di kawasan Gunung Muria.
Dua kambing dewasa milik Supani, warga Dukuh Pekoso, RT 4/RW 3, ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (10/10).
Baca Juga: Mencicipi MBG Prasmanan, Wabup Jepara Gus Hajar: Menu Masih Hangat
Sementara itu, tiga kambing lainnya belum ditemukan hingga pencarian yang dilakukan pemilik bersama warga dihentikan pada Minggu (11/10).
Sukari, warga setempat, menceritakan penemuan tersebut bermula ketika dirinya selesai mengurus tanaman kopi di ladang.
Saat hendak pulang, saudaranya yang berjalan di depan melihat kambing tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
"Saya tadi gulung toler (selang, Red) di ladang kopi. Mau wangsul (pulang), sedhereke saya (saudara—kakak, Red) jalan di depan, lihat ada kambing yang dimakan macan," ungkap Sukari, Sabtu (10/10).
Setelah diperiksa, kambing-kambing tersebut diketahui milik Supani. Ternak itu biasa dibiarkan mencari rumput sendiri di sekitar ladang.
Sukari menduga serangan terjadi pada Jumat (9/10) malam.
Sebab, pada Jumat sore, ia masih melihat kambing-kambing tersebut dalam kondisi hidup. Dua bangkai ditemukan dengan jarak sekitar enam meter satu sama lain.
Bekas gigitan terlihat di bagian leher dan paha. Sejumlah bagian daging, termasuk paha kiri dan kanan, juga dilaporkan telah hilang.
Dari sembilan kambing milik Supani, dua ekor ditemukan mati dan empat ekor diketahui masih hidup. Tiga ekor lainnya belum ditemukan.
Salah satu kambing yang selamat bahkan dilaporkan pulang sendiri ke rumah pada Sabtu.
“Baru ketemu empat yang hidup, tiga ekor lainnya belum tahu apakah juga dimakan macan atau masih merumput di tempat lain,” jelas Sukari.
Pencarian terhadap tiga kambing yang belum ditemukan dilakukan sejak Sabtu dengan bantuan warga.
Namun, hingga Minggu, keberadaan ternak tersebut belum diketahui sehingga pencarian akhirnya dihentikan.
“Kami tidak bisa memastikan, apakah diterkam macan juga atau seperti apa. Pemilik dibantu warga sudah mencari sejak Sabtu (10/10) tapi masih belum ditemukan. Pencarian dihentikan,” terangnya.
Warga mengaku pernah melihat macan tutul
Menurut Sukari, kemunculan macan tutul di kawasan lereng Gunung Muria, khususnya sekitar Desa Tempur, bukan hal yang sepenuhnya asing bagi warga.
Ia menyebut sejumlah warga pernah melihat satwa tersebut di sekitar ladang maupun jalan desa.
Seorang pengojek di sekitar basecamp pendakian, menurut penuturannya, juga melihat macan tutul pada malam sebelum kambing ditemukan mati.
Selain itu, penampakan serupa disebut terjadi sekitar setengah bulan sebelumnya di dekat Punden Mbah Romban, Dukuh Kemiren.
Sukari menduga macan tutul yang berada di kawasan Muria berjumlah lebih dari satu ekor.
Namun, jumlah dan keterkaitan satwa tersebut dengan kematian ternak belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan warga saja.
Peristiwa ini mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat melepas ternak di sekitar kawasan hutan dan ladang.
Dugaan serangan terhadap kambing milik Supani juga menjadi perhatian karena warga menyebut kejadian serupa pernah terjadi di Desa Tempur sekitar empat tahun lalu. (*)