JEPARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan mulai diuji coba di Kabupaten Jepara. Pilot project tersebut diterapkan di SD Swasta Kanisius Jepara mulai Senin (5/10).
Pada hari pertama, sebanyak 25 siswa kelas IV dan V mengikuti pola penyajian MBG dengan mengambil makanan secara langsung.
Sistem ini berbeda dengan pembagian MBG sebelumnya yang makanan sudah diporsikan dari dapur SPPG.
Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, otak-otak asam manis, tahu fantasi, tumis buncis wortel, dan buah anggur.
Nasi menjadi sumber karbohidrat, sedangkan lauk berasal dari protein hewani dan nabati.
Baca Juga: MBG Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Sisa Makanan Hanya 0,8 Kilogram
Dalam penerapannya, siswa tidak hanya menerima makanan yang sudah diporsikan.
Mereka ikut dalam proses persiapan dan pemorsian makanan dengan pendampingan dari pihak SPPG.
Pilot project sistem prasmanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan.
Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas pola baru, termasuk waktu pelayanan dan antusiasme siswa saat mengambil makanan.
Pada pelaksanaan hari pertama, tercatat sisa makanan sebanyak 0,8 kilogram. Sisa tersebut terdiri atas 0,5 kilogram nasi atau sumber karbohidrat dan 0,3 kilogram sayuran.
Sementara itu, tidak ditemukan sisa makanan dari kelompok protein hewani, protein nabati maupun buah. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pelaksanaan uji coba.
Korwil SPPG Kabupaten Jepara Muhammad Wildan Musthofa mengatakan evaluasi akan terus dilakukan selama pilot project berlangsung.
Penilaian mencakup efektivitas sistem, waktu pelaksanaan hingga respons siswa.
Hasil evaluasi nantinya menjadi bahan untuk melihat sejauh mana sistem prasmanan dapat diterapkan dalam pelaksanaan MBG di sekolah. (*)
Editor : Abdul Rochim