MBG Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Sisa Makanan Hanya 0,8 Kilogram

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:50 WIB
ANTUSIAS: Para siswa kelas IV dan V SD Kanisius Jepara, mengambil menu MBG Prasmanan dari SPPG Jepara Jepara Kauman 02. Skema prasmanan diuji coba di sekolah ini selama dua pekan. (KORWIL SPPG UNTUK RADAR PATI)
ANTUSIAS: Para siswa kelas IV dan V SD Kanisius Jepara, mengambil menu MBG Prasmanan dari SPPG Jepara Jepara Kauman 02. Skema prasmanan diuji coba di sekolah ini selama dua pekan. (KORWIL SPPG UNTUK RADAR PATI)

JEPARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan mulai diuji coba di Kabupaten Jepara. SD Swasta Kanisius Jepara ditunjuk sebagai lokasi pilot project yang berlangsung selama dua pekan.

Uji coba dimulai Senin (5/10) dan menyasar siswa kelas IV dan V dengan total 25 peserta didik.

Korwil SPPG Kabupaten Jepara Muhammad Wildan Musthofa mengatakan, penerapan MBG prasmanan tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan untuk melihat efektivitas pola penyajian makanan secara langsung oleh siswa.

Baca Juga: Curi Emas 32 Gram, Pemuda di Jepara Gagal Jual karena Toko Sudah Tutup

“Kebetulan di Jepara masuk project piloting. Sementara ini periodenya dua minggu,” ungkapnya, Selasa (6/10).

Dalam skema tersebut, makanan disiapkan SPPG Jepara Kauman 2 sebelum dikirim ke sekolah.

Pada hari pertama, makanan berangkat sekitar pukul 08.30 WIB dan tiba di sekolah tiga menit kemudian.

Praktik prasmanan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Siswa tidak sekadar menerima makanan yang sudah diporsikan, tetapi ikut terlibat dalam proses persiapan dan pemorsian dengan pendampingan petugas SPPG.

Menurut Wildan, pola tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda sekaligus meningkatkan antusiasme siswa saat menerima makanan MBG.

Namun, pelaksanaan hari pertama juga menjadi bahan evaluasi. Salah satu perhatian utama adalah efisiensi waktu agar proses prasmanan tidak mengurangi jam belajar siswa.

“Kalau dari siswanya memang perlu adaptasi. Penyiapannya jangan sampai mengurangi jam sekolah siswa,” imbuhnya.

Dari sisi pengolahan makanan, proses memasak pada Senin selesai sekitar pukul 07.00 WIB. Suhu makanan tercatat 124,4 derajat Celsius.

Saat tiba di sekolah, makanan kemudian dipersiapkan untuk disajikan secara prasmanan pukul 09.00 WIB. Suhu makanan ketika mulai disajikan tercatat 43 derajat Celsius.

Kegiatan makan selesai sekitar pukul 09.40 WIB dengan total holding time selama 120 menit.

Menu yang disajikan pada hari pertama terdiri atas nasi putih, otak-otak asam manis, tahu fantasi, tumis buncis wortel, serta buah anggur.

“Ya Selasa (6/10) ini merupakan hari kedua. Skema penerimaannya hampir sama seperti hari pertama,” ujarnya.

Dari aspek keamanan dan higienitas, hasil uji organoleptik dinyatakan layak.

Siswa yang membantu proses penyajian juga menggunakan alat pelindung diri (APD).

Wildan menyebut tingkat kepuasan sementara dalam tahap awal pilot project berada di angka 3 dari 5. Meski demikian, para siswa terlihat antusias mengikuti pola prasmanan.

Keterlibatan siswa dalam persiapan dan pemorsian juga dinilai berdampak terhadap sisa makanan.

Pada hari pertama, food waste tercatat hanya 0,8 kilogram.

Rinciannya, 0,5 kilogram berupa nasi atau karbohidrat dan 0,3 kilogram sayuran. Tidak ditemukan sisa protein hewani, protein nabati maupun buah.

“Dari sisi food waste, makanan yang tersisa hanya 0,8 kilogram. Rinciannya terdiri atas 0,5 kilogram nasi atau karbohidrat dan 0,3 kilogram sayuran. Tidak terdapat sisa protein hewani, protein nabati, maupun buah atau makanan lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, pendampingan petugas SPPG masih diperlukan.

Hal itu untuk mencegah miskomunikasi saat siswa terlibat dalam persiapan dan pemorsian makanan sehingga proses distribusi tetap berjalan lancar.

Evaluasi akan dilakukan selama dua pekan untuk mengukur efektivitas sistem MBG prasmanan.

Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat untuk menentukan penerapan skema tersebut secara lebih luas.

“Untuk perluasan skema pembagian (prasmanan, red), masih menunggu kebijakan dari pusat nanti seperti apa. Terutama setelah program berjalan selama dua pekan,” ucap Wildan.

Wakil Bupati Jepara dijadwalkan meninjau pelaksanaan pilot project tersebut pada Kamis (8/10). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung penerapan MBG prasmanan di SD Swasta Kanisius Jepara.

“Dari kami juga akan mendampingi,” pungkasnya. (fik)

Editor : Abdul Rochim
SPPG Jepara MBG Jepara MBG prasmanan Jepara SD Kanisius Jepara Makan Bergizi Gratis