JEPARA – Penantian keluarga Ilham Mukhamad Rojab, 21, selama 17 hari akhirnya berakhir.
Jenazah pemuda asal Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara, itu tiba di rumah duka pada Selasa (29/9) sekitar pukul 16.24 WIB.
Ratusan warga telah menunggu kedatangan jenazah di rumah duka RT 4/RW 1 Desa Bantrung.
Keluarga, kerabat, tetangga, hingga teman Ilham berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga: Hari ke-12 Pencarian, Korban KM Virgo Transport 8 Asal Jepara Ditemukan Meninggal
Tangis pecah ketika peti jenazah Ilham dibawa masuk ke ruang tamu. Salah seorang anggota keluarga bahkan sempat pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan.
Tak lama berselang, pemimpin keagamaan setempat memimpin prosesi pelepasan. Ilham dikenang warga sebagai sosok yang baik dan ramah.
“Sae, sae, sae,” ucap warga secara bersamaan ketika Mbah Modin menanyakan penilaian mereka terhadap almarhum.
Setelah itu, tahlil digelar di rumah duka. Sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah Ilham diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum Ngreki, RT 15/RW 4, Desa Bantrung, untuk dimakamkan.
Ilham sebelumnya berhasil teridentifikasi pada Sabtu (26/9) pagi. Jenazah kemudian dipulangkan dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Selasa (29/9), sebelum dibawa ke rumah duka.
Pihak keluarga juga telah berada di Banjarmasin sejak Sabtu (26/9) untuk mendampingi proses identifikasi dan pemulangan jenazah hingga akhirnya tiba di kediaman keluarga pada Selasa sore.
Ilham menjadi korban terakhir asal Jepara dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9).
Kedatangan jenazah Ilham turut disaksikan Abdul Kholeq, 25, warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit. Kholeq merupakan salah satu penumpang KM Virgo yang selamat dari kecelakaan tersebut.
Kholeq sempat bertahan di atas sekoci selama sekitar sembilan jam bersama penumpang lainnya sebelum akhirnya diselamatkan nelayan asal Juwana.
Bagi Kholeq, Ilham merupakan sosok yang dikenal baik dan ramah. Keduanya juga melakukan perjalanan bersama menuju Kalimantan Barat untuk mengantar pesanan mebel.
“Mas Ilham ini orangnya baik, ramah, sopan sama orang,” ucap Kholeq.
Ilham yang baru berusia 21 tahun itu bekerja di bidang transportasi ekspedisi setelah lulus SMK. Dalam perjalanan menggunakan KM Virgo, dia bertugas sebagai kernet.
Menurut Kholeq, tidak ada tanda-tanda aneh sebelum kapal berangkat. Kondisi perjalanan awal juga berlangsung seperti biasa.
“Tidak ada kejanggalan sama sekali, biasa saja,” sebutnya.
Kholeq masih mengingat pertemuan terakhirnya dengan Ilham sebelum kapal mengalami kecelakaan. Saat itu, Ilham telah mengenakan jaket pelampung dan sempat terlihat berjalan keluar dari kapal.
Namun, situasi yang penuh kepanikan membuat keduanya akhirnya terpencar.
“Saat saya balik badan, dia sudah jalan,” tuturnya.
Kholeq mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh bagian kapal ketika kecelakaan terjadi. Saat banyak penumpang berusaha menyelamatkan diri, akses pintu yang diketahuinya hanya satu.
Ilham merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Meski masih berusia muda, dia telah bekerja sejak lulus SMK dan mulai menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarganya.
Sementara itu, Kholeq merupakan salah satu warga Jepara yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Setelah diselamatkan, dia telah kembali ke rumah pada Sabtu (19/9).
Kini, Kholeq kembali datang dalam suasana berbeda. Dia turut mengantar rekannya, Ilham, menuju pemakaman setelah 17 hari menjalani proses pencarian dan identifikasi.
Selain Ilham, korban asal Jepara lainnya adalah Mashudi, 27, warga Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. Mashudi juga ditemukan meninggal dunia.
Jenazah Mashudi telah dipulangkan dan dimakamkan di Pemakaman Mboto, RW 5 Desa Plajan, pada Jumat (25/9) siang.
Kholeq dan Ilham sebelumnya melakukan perjalanan menuju Kalimantan Barat untuk mengantar pesanan mebel menggunakan satu armada. Kholeq bertugas sebagai pengemudi, sedangkan Ilham menjadi kernet.
Sementara Mashudi berangkat sendiri menggunakan armada pribadi dengan tujuan yang sama, yakni mengantar pesanan mebel ke Banjarmasin. (*)
Editor : Abdul Rochim