JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memberikan perhatian kepada tiga warganya yang menjadi korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9).
Berdasarkan manifest resmi, kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, tersebut mengangkut 243 orang. Tiga di antaranya merupakan warga Jepara.
Mereka yakni Mashudi (27), warga Dukuh Karang Sondo RT 38/RW 6, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, serta Ilham Mukhamad Rojab (21), warga RT 4/RW 1, Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.
Baca Juga: Lima Hari, Seorang Istri di Jepara Menanti Kabar Suami Hilang dalam Karamnya KM Virgo Transport 8
Hingga Kamis (17/9), keduanya masih belum ditemukan.
Sementara Abdul Kholeq (25), warga RT 4/RW 1, Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, ditemukan selamat.
Namun, ia mengalami luka pada kaki dan masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin.
Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) mengunjungi keluarga ketiga korban, Kamis (17/9).
Kunjungan dilakukan bergiliran ke Desa Mindahan, Bantrung, dan Plajan.
Pemkab menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada keluarga korban.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara mengunjungi keluarga korban kapal Virgo yang tenggelam di Laut Jawa, dekat Banjarmasin. Ada tiga warga Kabupaten Jepara yang menjadi korban,” ujar Gus Hajar, sapaan akrabnya.
Ia berharap dua warga yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. Pemkab Jepara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan Basarnas untuk memantau perkembangan pencarian.
“Sudah lima hari belum ditemukan. Kami berharap ada keajaiban dari Allah, dua korban Mas Ilham dan Mas Hudi bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Baca Juga: Kembali Terjadi, Belasan Siswa di Jepara Diduga Keracunan Usai Santap MBG
KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9) dan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu (13/9).
Kapal kemudian ditemukan terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, sekitar 80–86 mil laut dari Banjarmasin.
Musibah tersebut diduga dipicu cuaca buruk dan gelombang besar.
Selain memantau pencarian, Pemkab Jepara memastikan membantu pemulangan Kholeq setelah kondisi medis dan administrasinya memungkinkan.
Biaya perjalanan dari Banjarmasin menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya akan ditanggung Pemkab, termasuk penjemputan hingga Jepara.
“Kami sudah sampaikan ke Mas Kholeq, agar biaya pemulangan dapat kami tanggung. Dari Banjarmasin ke Bandar Udara Internasional Juanda dapat kami tanggung dan bisa kami jemput di bandara,” jelasnya.
Kholeq diketahui mengalami luka pada bagian kaki dan kini masih menggunakan kursi roda. Pemulangan menunggu koordinasi dengan kepolisian setempat serta penyelesaian pendataan dan penanganan medis.
Ketiga warga Jepara tersebut diketahui merupakan sopir yang hendak mengantarkan mebel ke Banjarmasin.
Musibah ini menyisakan duka bagi keluarga, terutama dua keluarga korban yang masih menanti kabar keberadaan anggota keluarganya. (fik)
Editor : Abdul Rochim