BRIN Petakan Potensi Arkeologi Desa Kriyan Jepara, Gunakan Foto Udara untuk Susun Lanskap Kawasan

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:20 WIB

 

PENCITRAAN: Peneliti dari BRIN beserta Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta ahli Geologi, melakukan tinjauan di Kawasan Langgar Bubrah Desa Kriyan pada Selasa (4/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)
PENCITRAAN: Peneliti dari BRIN beserta Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta ahli Geologi, melakukan tinjauan di Kawasan Langgar Bubrah Desa Kriyan pada Selasa (4/8). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)

JEPARA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai melakukan penjajakan awal terhadap potensi arkeologi di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Penelitian diawali dengan pemetaan kawasan menggunakan foto udara untuk menyusun gambaran lanskap dan mengidentifikasi sebaran temuan arkeologi.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/8) tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah Riris Purbasari dan tim peneliti BRIN ke lokasi penemuan relief batu dua sisi beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Ratusan Umat Hindu Gelar Sembahyang Purnama di Jepara, Kajari Agung Bagus Berikan Dharma Wacana

Peneliti BRIN dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan (PR ALMBB), Ida Bagus Putu Prajna Yogi, mengatakan kunjungannya ke Desa Kriyan merupakan tahap penjajakan awal untuk mengidentifikasi potensi arkeologi di kawasan tersebut.

"Kebetulan kami sedang melakukan riset di Patiayam, Kudus. Setelah ada kunjungan Wakil Ketua MPR RI, BPK Jawa Tengah, dan tim BRIN ke lokasi temuan relief, saya melanjutkan ke sini untuk melakukan penjajakan awal terhadap potensi yang ada," ujarnya.

Tim BRIN meninjau dua lokasi, yakni kawasan Langgar Bubrah yang menjadi lokasi ditemukannya ornamen batu bermotif Kalabhairawa dan sulur-suluran, serta Situs Siti Hinggil yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten.

Menurut Bagus, selain relief batu, tim juga menemukan sebaran struktur bata merah dalam jumlah cukup banyak di kawasan Langgar Bubrah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi adanya potensi permukiman atau struktur bangunan kuno yang perlu diteliti lebih lanjut.

"Di lapangan terlihat lanskap dengan sebaran struktur bata yang cukup luas. Di lokasi yang disebut masyarakat sebagai Langgar Bubrah, temuan batanya sangat banyak. Itu yang membuat kami datang ke sini untuk melihat lebih jauh," katanya.

Pada tahap awal ini, BRIN masih melakukan pendokumentasian dan pemetaan kawasan menggunakan pencitraan udara.

Seluruh hasil observasi akan dideskripsikan dan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan BRIN untuk menentukan langkah penelitian berikutnya.

"Saya sebatas melaporkan apa yang kami temukan, mendeskripsikan kondisinya, lalu membuat rekomendasi tindak lanjut. Harapannya dapat menjadi langkah awal untuk dilakukan riset arkeologi yang lebih komprehensif," jelasnya.

Bagus mengungkapkan, berdasarkan informasi masyarakat, kawasan Langgar Bubrah belum pernah menjadi objek penelitian arkeologi secara khusus.

Padahal, Desa Kriyan memiliki sejumlah lokasi yang dinilai potensial, seperti Langgar Bubrah, Situs Siti Hinggil, hingga Gunung Mas yang selama ini kerap dikaitkan dengan jejak Kerajaan Kalinyamat.

Menurutnya, penelitian tidak hanya difokuskan pada titik-titik temuan, tetapi juga melihat keterkaitan antarlokasi melalui pendekatan lanskap.

Kajian tersebut mencakup hubungan ruang, sistem sungai, saluran buatan, hingga pola permukiman masa lampau.

"Langkah awal kami adalah memahami ruang, bukan hanya ruang mikro, tetapi juga meso hingga makro. Kalau berbicara permukiman kuno, kami harus melihat korelasi antarruang, sistem sungai, saluran buatan, hingga pembagian ruang alami maupun buatan," paparnya.

Melalui pemetaan udara yang lebih rinci, BRIN berharap memperoleh gambaran utuh mengenai pola ruang kawasan.

Hasil penjajakan awal tersebut nantinya akan disampaikan kepada pimpinan BRIN, BPK Jawa Tengah, dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat sebagai dasar menentukan arah penelitian lanjutan sekaligus upaya pelestarian potensi arkeologi di Desa Kriyan. (fik)



Editor : Abdul Rochim
Kerajaan Kalinyamat Desa Kriyan Langgar Bubrah arkeologi Jepara BRIN