JEPARA – Suasana khidmat menyelimuti Pura Giri Tungka di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Rabu (29/7) malam.
Ratusan umat Hindu melaksanakan sembahyang Rahina Purnama sebagai bagian dari ibadah rutin bulanan yang bertepatan dengan fase bulan purnama.
Sejak petang, umat mulai berdatangan mengenakan pakaian serba putih dan busana adat.
Kaum pria tampil dengan udeng, kemeja putih, serta balutan kamen dan saput, sedangkan kaum perempuan mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kamen dan selendang.
Baca Juga: Atap SDN 1 Tedunan Jepara Ambrol, Siswa Belajar di Rumah Warga Sambil Tunggu Rehabilitasi
Nuansa busana yang didominasi warna putih menghadirkan suasana sakral, selaras dengan makna Rahina Purnama sebagai momentum menyucikan diri lahir dan batin.
Prosesi sembahyang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh pemangku pura.
Rangkaian ibadah diawali dengan persembahan sesaji yang diiringi lantunan kidung suci, menciptakan suasana hening dan penuh kekhusyukan.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jepara, Ngarbianto, mengatakan sembahyang Purnama merupakan ibadah rutin yang dilaksanakan setiap bulan saat bulan penuh.
Selain itu, umat Hindu juga menjalankan sembahyang Tilem ketika fase bulan mati sebagai bagian dari siklus ibadah bulanan.
"Malam ini di Pura Giri Tungka diikuti sekitar 55 umat. Selain di sini, umat juga melaksanakan sembahyang di pura-pura lain seperti Pura Puser Bumi, Dharma Loka, dan Pura Manggala Dharma. Kalau jumlah keseluruhannya bisa mencapai sekitar 500 orang," ujarnya.
Menurut Ngarbianto, Rahina Purnama menjadi momen untuk menyucikan batin, memohon berkah, sekaligus mendekatkan diri kepada Hyang Widhi Wasa.
Ia juga mengajak umat untuk terus menjaga disiplin beribadah dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Malam itu terasa istimewa karena Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, kembali mengunjungi Pura Giri Tungka.
Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya sejak menjabat sebagai Kajari Jepara.
Kehadiran Agung Bagus disambut hangat oleh umat. Setelah prosesi sembahyang selesai, ia menyampaikan dharma wacana yang berisi pesan-pesan moral dan spiritual.
Baca Juga: Gakkum KLH Telusuri Dampak Tumpahan Batu Bara di Jepara, Uji Air Laut hingga Terumbu Karang
Dalam pesannya, Kajari mengingatkan umat agar tetap waspada terhadap berbagai tantangan di era digital, termasuk maraknya penipuan berbasis teknologi serta bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Ia juga mengajak umat Hindu untuk terus mengamalkan ajaran Tri Kaya Parisudha, yakni Manacika Parisudha (berpikir yang baik), Wacika Parisudha (berkata yang baik), dan Kayika Parisudha (berbuat yang baik) sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para umat, kehadiran Kajari memberikan kesan tersendiri.
Selain menjalankan ibadah dengan khusyuk, mereka juga memperoleh penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus pengingat untuk tetap bijak menghadapi tantangan kehidupan modern.
Di sisi lain, PHDI Jepara juga tengah mempersiapkan Utsawa Dharma Gita (UDG) yang direncanakan digelar di Gedung Sima dalam waktu dekat.
Kegiatan tersebut merupakan festival sekaligus perlombaan nyanyian suci dan seni membaca kitab suci agama Hindu.
Ngarbianto berharap kegiatan itu semakin mempererat persaudaraan serta memperkuat kebersamaan umat Hindu di Kabupaten Jepara.
"Semakin erat dan semakin kompak. Aman dan damai," pungkasnya. (fik)
Editor : Abdul Rochim