JEPARA – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, tetap berjalan meski sebagian bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Sejak pekan lalu, siswa dari tiga kelas terpaksa mengikuti pembelajaran di rumah warga setelah atap ruang guru dan dua ruang kelas melengkung hingga ambrol.
Kerusakan bangunan terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 15.45 WIB saat sekolah masih libur.
Penjaga sekolah yang sedang membersihkan lingkungan mendengar suara keras dari arah bangunan dan segera melaporkannya kepada kepala sekolah.
Baca Juga: Gakkum KLH Telusuri Dampak Tumpahan Batu Bara di Jepara, Uji Air Laut hingga Terumbu Karang
Kepala SDN 1 Tedunan Kresna Amiruddin mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengecek lokasi bersama komite sekolah dan Satkordikcam Kedung.
Hasil pengecekan menunjukkan struktur atap ruang guru serta ruang kelas IV dan V mengalami kerusakan serius.
Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1985 itu disebut belum pernah menjalani rehabilitasi total. Selama ini perbaikan hanya dilakukan secara bertahap sehingga kondisi konstruksi terus menurun.
Faktor usia bangunan dan lokasi sekolah yang dekat pantai juga dinilai mempercepat kerusakan akibat paparan angin laut.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh perabot, dokumen, hingga perangkat elektronik dievakuasi dari ruangan yang terdampak.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dipindahkan ke halaman sekolah demi menjamin keselamatan siswa.
Mulai 20 Juli, kegiatan belajar untuk siswa kelas IV, V, dan VI dialihkan ke rumah warga di belakang sekolah. Relokasi dilakukan setelah sekolah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tedunan, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa.
Saat ini terdapat 157 siswa di SDN 1 Tedunan. Sebanyak 84 siswa dari tiga kelas terdampak tetap mengikuti pembelajaran dengan jadwal normal di lokasi sementara.
Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara telah melakukan survei terhadap bangunan yang rusak. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar percepatan rehabilitasi sekolah.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan.
Penanganan yang direncanakan tidak hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga mengarah pada rehabilitasi menyeluruh mengingat usia bangunan yang telah mencapai sekitar 40 tahun. (fik)