Ekspor Jepara Semester I 2026 Tembus Rp 4,07 Triliun, Furnitur Kayu Tetap Jadi Andalan

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:33 WIB
Produk mebel Jepara mengikuti sebuah pameran. Pengusaha mebel mengeluhkan ongkos produksi kian mahal.
Produk mebel Jepara mengikuti sebuah pameran. 

JEPARA – Aktivitas ekspor Kabupaten Jepara pada semester pertama 2026 masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hingga Juni 2026, total nilai ekspor berbagai komoditas mencapai Rp 4.074.332.918.803 atau sekitar Rp 4,07 triliun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan sektor industri berorientasi ekspor masih mampu mempertahankan kinerjanya.

Produk furnitur kayu, alas kaki, tas, hingga garmen masih menjadi komoditas unggulan yang dipasarkan ke berbagai negara.

Baca Juga: Investor China Segera Bangun Pabrik Tas di Jepara, Minat Investasi Masih Positif

"Berdasarkan data semester pertama 2026, total nilai ekspor Jepara mencapai Rp 4.074.332.918.803. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekspor masih relatif stabil dan didominasi produk-produk unggulan daerah," ujarnya.

Berdasarkan data Disperindag, furnitur kayu menjadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar, yakni mencapai Rp 936,64 miliar dengan volume ekspor sekitar 11,77 juta kilogram.

Posisi berikutnya ditempati alas kaki dengan nilai ekspor Rp 677,27 miliar, disusul tas, dompet, dan koper sebesar Rp 670,67 miliar, serta produk garmen yang menyumbang Rp 228,42 miliar.

Selain itu, sejumlah komoditas lain juga turut memberikan kontribusi terhadap ekspor Jepara.

Di antaranya kayu olahan dan produk turunannya senilai Rp 57,26 miliar, furnitur nonkayu Rp 44,11 miliar, handicraft kayu Rp 19,24 miliar, serta stonecraft, hasil laut, tekstil, produk kertas, logam, mesin, dan peralatan mekanik.

Jika dibandingkan dengan capaian sepanjang 2025, realisasi ekspor pada semester pertama tahun ini telah mencapai sekitar 42,7 persen dari total ekspor tahun lalu yang mencapai Rp9,53 triliun.

Sepanjang 2025, Kabupaten Jepara mencatat volume ekspor sebesar 95,75 juta kilogram dengan nilai mencapai USD570,85 juta. 

Saat itu terdapat 292 eksportir yang mengirimkan produk ke 114 negara tujuan.

Pada tahun yang sama, struktur ekspor Jepara juga masih didominasi furnitur kayu dengan nilai Rp 2,74 triliun, diikuti alas kaki Rp 2,30 triliun, tas, dompet, dan koper Rp 2,17 triliun, serta produk garmen yang mencapai Rp 991,57 miliar.

Anjar menilai capaian semester pertama menjadi modal positif untuk mengejar target ekspor hingga akhir tahun 2026.

Pihaknya optimistis nilai ekspor masih berpotensi meningkat pada paruh kedua tahun ini melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta perluasan pasar internasional.

"Kami terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, serta memperluas pasar ekspor. Harapannya, capaian ekspor hingga akhir tahun bisa menyamai bahkan melampaui realisasi tahun sebelumnya," pungkasnya. (fik)

Editor : Abdul Rochim
Disperindag Jepara ekspor Jepara industri Jepara furnitur Jepara ekspor furnitur kayu