JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sebesar Rp210 miliar pada 2026, tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Besarnya anggaran tersebut dibarengi pengawasan langsung di lapangan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar yang meninjau proyek betonisasi ruas Bendanpete–Buaran, Senin (6/7).
Didampingi jajaran Forkopimda, keduanya mengecek kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai target.
Baca Juga: Pengasuh Ponpes Al Anwar Jepara segera Disidangkan, Ini Sejumlah Barang Bukti yang Disiapkan
Ruas Bendanpete–Buaran merupakan salah satu dari 52 ruas jalan yang dibangun tahun ini dan menjadi akses strategis bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga menuju Pondok Pesantren Balekambang.
Pengecoran dilakukan secara bertahap. Separuh badan jalan yang telah mencapai umur beton sekitar 28 hari sudah siap dilalui kendaraan, sementara sisi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Roman Paparyga Dirumorkan Merapat ke Persijap Jepara, Siap Gantikan Carlos Franca?
"Tahun ini anggaran pembangunan jalan mencapai sekitar Rp210 miliar. Ini merupakan anggaran terbesar dalam enam tahun terakhir sebagai bentuk komitmen kami memperbaiki infrastruktur," ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan jalan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021 dialokasikan sekitar Rp 60 miliar, naik menjadi Rp 66 miliar pada 2022, kemudian Rp 80 miliar pada 2023.
Anggaran sempat turun menjadi sekitar Rp 63 miliar pada 2024 sebelum melonjak menjadi Rp 154 miliar pada 2025 dan kembali meningkat menjadi Rp 210 miliar pada tahun ini.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Jepara juga mengusulkan tambahan dana sebesar Rp100 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
"Kami juga mengajukan Rp100 miliar lewat IJD. Sekitar Rp55 miliar untuk Karimunjawa, sedangkan sisanya untuk Kecamatan Bangsri, Kedung, dan beberapa lokasi lainnya," kata Witiarso.
Menurutnya, tambahan anggaran tersebut diharapkan mempercepat penanganan ruas jalan yang belum tertangani sekaligus mendukung program pembangunan berkelanjutan hingga 2027.
Target Rampung September
Pemkab menargetkan seluruh proyek jalan selesai pada September 2026. Khusus ruas Bendanpete–Buaran diperkirakan telah mencapai progres 50 persen dalam waktu dekat.
"Kalau Bendanpete–Buaran target selesai 18 September. Rata-rata pekerjaan jalan kami targetkan selesai pada September," jelasnya.
Saat ini tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Jepara mencapai sekitar 76 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 24 persen ruas jalan yang membutuhkan penanganan secara bertahap.
Tambang Ilegal Jadi Sorotan
Dalam perjalanan menuju lokasi proyek, rombongan bupati sempat menghentikan perjalanan di ruas Pancur–Rajekwesi setelah melihat banyak truk pengangkut material tambang melintas.
Aktivitas kendaraan bertonase besar itu dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Witiarso menegaskan Pemkab Jepara akan mengevaluasi seluruh aktivitas pertambangan, terutama yang belum mengantongi izin maupun tidak sesuai dengan tata ruang.
"Kami cek dan verifikasi. Kalau tidak berizin, tutup. Kalau tata ruangnya tidak sesuai, juga kami tutup," tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui sektor pertambangan memiliki kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sehingga perlu diatur melalui regulasi yang jelas.
"Kami evaluasi tata ruangnya, kelas jalannya, supaya ekonomi tetap berjalan, pemerintah sesuai regulasi, dan masyarakat juga tidak terganggu," tambahnya.
Pemkab juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan jalur khusus angkutan tambang agar kendaraan berat tidak lagi melintasi jalan umum yang memiliki batas tonase maksimal delapan ton.
"Kami juga mencari alternatif jalan tambang agar truk tidak lagi melewati jalan umum. Polisi dan Dishub akan kami libatkan mengatur rutenya," katanya.
Warga Sambut Gembira
Salah seorang warga Desa Buaran, Rumini, mengaku bersyukur jalan di depan rumahnya akhirnya diperbaiki setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan.
"Jalan di depan rumah sudah sangat lama rusak. Pernah ditambal, tetapi cepat rusak lagi karena sering dilewati kendaraan berat. Alhamdulillah sekarang mulai diperbaiki dan semoga segera bisa dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Sebagai informasi, proyek betonisasi ruas Bendanpete–Buaran dikerjakan sepanjang 1.130 meter dengan tambahan drainase sepanjang 76,8 meter menggunakan anggaran sekitar Rp4,1 miliar.
Sementara ruas Nalumsari–Papringan dibeton sepanjang 267 meter dengan nilai proyek sekitar Rp1,1 miliar dan ditargetkan selesai pada 22 September 2026.(fik)