MERIAH! Kirab Ratusan Oncor Meriahkan Malam Idul Adha di Kalinyamatan Jepara

Abdul Rochim • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 10:11 WIB
Kirab oncor di Kalinyamatan, Jepara, (26/5) pada malam Idul Adha. (FIKRI T/RADAR PATI)
Kirab oncor di Kalinyamatan, Jepara, (26/5) pada malam Idul Adha. (FIKRI T/RADAR PATI)

JEPARA — Malam Iduladha di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, berlangsung semarak dengan kirab ratusan oncor atau obor tradisional pada Selasa (26/5) malam. 

Cahaya obor yang menyala beriringan menghiasi jalan desa sepanjang sekitar empat kilometer.

Tradisi tahunan tersebut menghadirkan suasana hangat khas pedesaan.

Baca Juga: PDM Jepara Sembelih 256 Hewan Kurban, Masjid Agung Terima Sapi Bantuan Presiden Prabowo

Ratusan peserta dari berbagai dukuh berjalan sambil mengumandangkan takbir keliling. 

Anak-anak hingga orang tua tampak ikut memadati barisan kirab.

Selain membawa oncor berbahan bambu dan kain, sejumlah peserta juga menampilkan miniatur masjid, musala, gapura, hingga maskot hewan kurban.

Suara takbir dari pengeras suara masing-masing kelompok terdengar bersahut-sahutan di sepanjang perjalanan.

Ribuan warga memadati tepi jalan untuk menyaksikan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut.

Cahaya api dari obor yang bergerak perlahan menciptakan suasana religius sekaligus meriah di tengah malam takbiran Iduladha.

Pelaksana Harian Petinggi Desa Bandungrejo, Suryanto, mengatakan Festival Oncor Kalinyamatan sudah berlangsung sekitar 40 tahun dan terus berkembang mengikuti zaman.

Menurutnya, pada awal kemunculannya masyarakat hanya membawa obor tradisional sederhana.

Namun kini kreativitas warga semakin berkembang dengan hadirnya berbagai ornamen dan miniatur dalam kirab.

“Tahun ini ada 15 kelompok peserta dari 13 dukuh yang ikut meramaikan takbir keliling,” ujarnya.

Seluruh peserta mengelilingi desa dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer.

Tradisi tersebut dinilai bukan sekadar hiburan malam Iduladha, tetapi juga menjadi simbol syiar Islam dan kebersamaan warga.

Oncor dimaknai sebagai simbol cahaya keimanan yang menerangi perjalanan hidup manusia menuju ketundukan kepada Allah.

Api yang dijaga agar tidak padam sepanjang perjalanan juga dianggap sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan sebagaimana kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Di tengah perkembangan zaman, warga Bandungrejo tetap mempertahankan tradisi tersebut dengan sentuhan kreatif agar tetap dekat dengan generasi muda.

Beberapa kelompok bahkan membuat bentuk oncor menyerupai kubah masjid hingga lafaz Allah.

Menurut Suryanto, seluruh dukuh wajib membawa oncor sebagai bagian dari tradisi bersama.

Persiapan dilakukan secara gotong royong mulai dari menyiapkan bambu, merakit miniatur, hingga menjaga barisan kirab sepanjang perjalanan.

“Partisipasi masyarakat semakin meningkat setiap tahun dan bentuk oncor juga semakin berkembang,” pungkasnya. (fik)



Editor : Abdul Rochim
kirab oncor Kalinyamatan Jepara malam Iduladha tradisi Jepara Festival Oncor