Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

TETAP BERLANGSUNG, Perang Obor di Jepara Tetap Membara di Tengah Hujan Deras

Abdul Rochim • Selasa, 26 Mei 2026 | 19:28 WIB
Perang Obor 2026 di Desa Tegalsambi, Jepara, tetap berjalan meski diguyur hujan. (FIKRI T/RADA PATI)
Perang Obor 2026 di Desa Tegalsambi, Jepara, tetap berjalan meski diguyur hujan. (FIKRI T/RADA PATI)

JEPARA – Hujan deras yang mengguyur Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Senin (25/5) malam tak mampu menghentikan semarak tradisi Perang Obor 2026. 

Ribuan warga dan wisatawan tetap memadati lokasi acara demi menyaksikan atraksi budaya tahunan yang telah menjadi identitas masyarakat pesisir Jepara tersebut.

Tradisi dimulai dengan kirab dari rumah Petinggi Desa Tegalsambi menuju perempatan jalan desa sejauh sekitar 500 meter.

Baca Juga: HASIL AKHIR Persib Bandung Vs Persijap Jepara 0-0: Maung Bandung Kunci Gelar Juara Super League 2026 Meski Ditahan Persijap

Suasana sakral terasa ketika azan dan iqamah dikumandangkan sekitar pukul 20.00 WIB sebagai penanda dimulainya puncak sedekah bumi desa.

Kirab berlangsung meriah dengan iringan tabuhan terbang telon dan cahaya oncor yang berpendar di sepanjang jalan.

Meski gerimis berubah menjadi hujan deras, masyarakat tetap bertahan memenuhi area pertunjukan.

Acara turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, hingga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto.

Baca Juga: Para Bhikkhu Jepara Walk For Peace: Singgah di Masjid, Disuguhi Makanan dan Jagong dengan Takmir 

Sebelum atraksi utama dimulai, generasi muda Tegalsambi menampilkan tarian tradisional bernuansa magis khas pesisir Jepara.

Namun suasana berubah dramatis ketika hujan turun semakin deras tepat menjelang Perang Obor dimulai.

Sebagian penonton sempat mencari tempat berteduh, tetapi mayoritas tetap bertahan.

Mereka rela diguyur hujan demi menyaksikan momen langka yang hanya digelar setahun sekali.

Tahun ini menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya Perang Obor berlangsung di tengah hujan deras yang mengguyur area pertunjukan sepanjang acara berlangsung.

Panitia menyiapkan sekitar 400 obor yang terbuat dari pelepah daun kelapa kering atau blarak dan daun pisang kering atau klaras.

Sebanyak 40 pemain dari generasi muda dan tua mengenakan pakaian lurik lengkap dengan topi anyaman khas Jawa.

Api pertama dinyalakan langsung oleh Bupati Jepara bersama Wakil Bupati dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Tak lama kemudian, para pemain mulai saling menghantamkan obor menyala di tengah hujan.

Percikan api merah-oranye beterbangan ke udara, menciptakan panorama dramatis antara api dan hujan.

Sorak penonton pecah setiap kali bara api membumbung tinggi di tengah gelap malam.

Meski terlihat ekstrem, pemain telah dibekali minyak racikan tradisional untuk melindungi kulit dari panas percikan api.

Karena itu mereka tetap tenang meski bara beberapa kali mengenai pakaian dan tubuh mereka.

Bagi masyarakat Tegalsambi, Perang Obor bukan sekadar hiburan wisata.

Tradisi ini memiliki filosofi tentang saling memberi suluh kehidupan, saling membantu, dan menjaga kebersamaan antarsesama.

Tradisi tersebut juga berakar dari kisah rakyat tentang Mbah Babadan dan Mbah Gemblong.

Konon, pertikaian keduanya menggunakan obor justru membuat ternak yang sakit kembali sehat. Sejak saat itu, Perang Obor diwariskan sebagai ritual tolak bala.

Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, tahun ini panitia menghadirkan berbagai inovasi mulai dari kostum, tata cahaya, hingga penguatan narasi sejarah agar tradisi semakin menarik dan tetap lestari.

Selain menjadi atraksi budaya, Perang Obor juga membawa dampak ekonomi bagi warga. Ratusan pelaku UMKM memenuhi area festival dengan menjual makanan, minuman, dan cendera mata.

Tradisi Perang Obor sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2020.

Pemerintah daerah berharap tradisi tersebut terus berkembang dan menjadi destinasi wisata budaya unggulan nasional. (fik)

Editor : Abdul Rochim
#Tegalsambi Jepara #tradisi budaya Jepara #wisata budaya Jawa Tengah #Warisan Budaya Takbenda #perang obor