Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

DOLAR NAIK! Eksportir dan Jasa Pengiriman Kontainer di Jepara Berbunga-bunga

Abdul Rochim • Senin, 18 Mei 2026 | 18:17 WIB
Direktur Unique Cargo Indonesia, Ajar Tri Raharjo. (DOC. PRIBADI UNTUK RADAR PATI)
Direktur Unique Cargo Indonesia, Ajar Tri Raharjo. (DOC. PRIBADI UNTUK RADAR PATI)

JEPARA — Kenaikan kurs dollar Amerika Serikat terhadap rupiah justru dinilai membawa keuntungan, utamanya bagi pelaku ekspor.

Kondisi itu dirasakan perusahaan jasa pengiriman kontainer di Jepara, yang hingga kini masih mencatat aktivitas ekspor stabil.

Direktur Unique Cargo Indonesia, Ajar Tri Raharjo, mengatakan penguatan dollar hingga kisaran Rp 17.666,40 per Senin (18/5), memberi keuntungan bagi eksportir. Karena pembayaran atau transaksi dilakukan menggunakan mata uang asing.

Baca Juga: Oknum Kiai di Jepara Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Terancam 12 Tahun Penjara

”Kalau dari kami sektor ekspor justru berdampak bagus, karena mata uang dollar naik. Itu keuntungan bagi pengekspor,” ungkap Ajar pada Senin (18/5).

Menurutnya, dampak berat justru dirasakan sektor impor. Karena importir harus membeli dollar dengan nilai lebih mahal, untuk mendatangkan barang dari luar negeri.

”Kalau impor pasti kena dampak karena harus beli dollar. Tapi untuk ekspor, teman-teman sejauh ini tidak ada kendala,” katanya.

Ia menyebut layanan pengiriman yang ditangani perusahaannya, masih didominasi produk furnitur dan kayu olahan asal Jepara.

Selain mebel jadi, pihaknya juga menangani pengiriman barang setengah jadi berbahan kayu.

”Selain furniture, kami juga menangani kayu olahan seperti papan eased four edges (E4E), vinyl board, multipleks dan produk setengah jadi lainnya,” jelasnya.

Ajar mengatakan volume pengiriman ekspor saat ini relatif stabil. Dalam kondisi normal, perusahaannya mampu menangani sekitar 100 hingga 120 kontainer setiap bulan. Dengan mayoritas menggunakan kontainer 40 feet high cube shipping.

Namun, ia mengakui sempat terjadi penurunan pengiriman, saat situasi geopolitik dunia memanas. Akibat perang di kawasan Timur Tengah. Saat itu volume pengiriman turun menjadi sekitar 90 kontainer per bulan.

”Kalau saya ambil rata-rata stabil sekitar 100 sampai 120 kontainer per bulan. Kemarin sempat turun jadi 90-an kontainer karena dampak perang,” sebutnya.

Menurutnya, penurunan paling terasa terjadi pada segmen pengiriman menuju negara-negara Timur Tengah. Seperti Riyadh, Jeddah, Abu Dhabi, Bir Ali hingga sejumlah wilayah lainnya.

Ia menjelaskan distribusi ekspor ke kawasan tersebut cukup kompleks, karena tidak semua kapal memiliki rute langsung menuju tujuan akhir.

Sebagian pengiriman harus menggunakan layanan multimoda, seperti dengan kombinasi jalur laut dan darat.

”Memang ada kapal tertentu yang bisa ke sana. Sebagian harus lewat jalur darat juga dengan sistem multimoda service,” imbuhnya.

Kondisi geopolitik yang tidak menentu membuat banyak importir di kawasan Timur Tengah, memilih bersikap wait and see. Sebelum meningkatkan transaksi perdagangan.

Karena itu, Ajar berharap stabilitas politik dan keamanan dunia dapat segera pulih, agar aktivitas ekonomi global kembali normal.

Menurutnya, peperangan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar dollar, hingga kelancaran aktivitas ekspor.

”Kalau terjadi perang atau konflik, dampaknya sangat signifikan terhadap ekonomi dan eksportir. Harapan kami perang segera usai supaya pengusaha bisa menjalankan usaha dengan tenang dan lancar,” tandasnya.  (fik)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#ekspor Jepara #kurs dollar naik #jasa kontainer Jepara #Unique Cargo Indonesia #ekspor furnitur