Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

PERAJIN MEBEL DI JEPARA MENJERIT! Ongkos Finishing Mebel Naik Dua Kali Lipat

Abdul Rochim • Kamis, 16 April 2026 | 07:23 WIB
Produk mebel Jepara mengikuti sebuah pameran. Pengusaha mebel mengeluhkan ongkos produksi kian mahal.
Produk mebel Jepara mengikuti sebuah pameran. Pengusaha mebel mengeluhkan ongkos produksi kian mahal.

JEPARA — Kenaikan harga thinner kini menjadi tekanan serius bagi pengusaha mebel di Jepara.

Bahan utama dalam proses finishing itu mengalami lonjakan signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp 13 ribu menjadi Rp 24 ribu.

Sekilas selisihnya tampak kecil. Namun dalam praktik produksi mebel, kenaikan tersebut berdampak panjang dan berlapis.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Siswa TK dari Kudus Napak Tilas ke Museum Kartini Jepara

Biaya tambahan dari thinner merembet ke ongkos jasa finishing, termasuk tenaga poles dan semprot, yang ikut mengalami penyesuaian tarif.

Akibatnya, struktur biaya produksi berubah. Pengusaha mebel Setyawan menyebutkan, ongkos finishing untuk satu kursi yang sebelumnya sekitar Rp 130 ribu.

Kini ongkos produksi naik menjadi sekitar Rp 240 ribu hampir dua kali lipat dalam waktu singkat.

“Yang terasa sekarang justru finishing. Thinner naik, otomatis ongkos jasa ikut naik. Belum packing juga ikut naik,” ujarnya.

Setelah tahap finishing, beban biaya belum berhenti. Proses packing juga ikut terdampak, dengan kenaikan harga tali pengikat dan plastik pembungkus untuk pengiriman.

Baca Juga: Dihadiri Jemaah Disabilitas di Jepara, Gus Iqdam Teteskan Air Mata Usai Dengar Kisahnya

Hal ini membuat total biaya produksi semakin membengkak dari tahap akhir hingga produk siap kirim.

Kondisi ini semakin memberatkan bagi pesanan lama yang harga jualnya sudah disepakati sebelumnya dengan pembeli.

Produk tetap harus diselesaikan dengan harga lama, sementara biaya produksi terus meningkat.

Dampaknya, margin keuntungan pengusaha mebel turun drastis hingga sekitar 66,7 persen.

Laba yang sebelumnya cukup untuk menutup operasional kini semakin tergerus.

Sebelumnya, pelaku usaha sempat mengantisipasi potensi kenaikan harga BBM dengan menghitung kemungkinan lonjakan ongkos kirim. Namun, harga BBM di lapangan relatif stabil.

Baca Juga: Pasar Bangsri Baru Jepara Siap Ditempati, Diawali Selamatan dan Iring-iringan Pedagang

Justru kenaikan harga bahan berbasis petrokimia seperti thinner dan plastik.

Ini menjadi faktor utama penekan keuntungan, karena terjadi secara bertahap dan kurang terantisipasi.

Ketua DPD HIMKI Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita, menyatakan seluruh pelaku industri mebel terdampak kenaikan harga material tersebut.

Ia menyoroti bahan berbasis petrokimia, termasuk plastik dan bahan finishing, mengalami kenaikan signifikan.

Menurutnya, khusus material plastik, kenaikan harga bahkan bisa mencapai hingga 100 persen. Kondisi ini semakin menekan pelaku usaha di sentra mebel Jepara.

Di tengah situasi ini, tantangan utama bagi pelaku usaha bukan hanya soal penjualan produk.

Tetapi bagaimana menjaga margin keuntungan agar tidak habis sebelum barang keluar dari meja finishing dan masuk tahap pengemasan. (fik)



Editor : Abdul Rochim
#harga thinner #biaya produksi #finishing mebel #industri furnitur #mebel jepara