JEPARA — Ribuan jemaah memadati Alun-alun Jepara I pada Selasa (14/4) malam untuk mengikuti pengajian akbar yang menghadirkan Gus Iqdam sebagai penceramah utama.
Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara.
Sejak sore, arus jemaah terus berdatangan dari berbagai daerah. Selain warga Jepara, hadir pula jemaah dari Pati hingga luar provinsi seperti Bogor, Jawa Barat.
Mereka datang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus, membuat kawasan alun-alun dipenuhi lautan manusia berpakaian muslim.
Suasana semakin semarak saat lantunan sholawat dari Sabilu Taubah mengiringi kehadiran Gus Iqdam di atas panggung.
Dengan gaya ceramah yang santai, komunikatif, dan diselingi humor, ia mampu mencairkan suasana dan melibatkan jemaah secara aktif.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak jemaah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya melalui amalan sederhana seperti menjaga salat, memperbanyak sholawat, serta memperbaiki akhlak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi penyakit hati seperti kesombongan, iri, dan dengki.
“Kalau ingin derajat naik, tinggalkan maksiat hati. Jangan sombong, jangan iri, jangan dengki,” pesannya di hadapan ribuan jemaah.
Momen Haru Bersama Jemaah
Suasana pengajian berubah haru saat Gus Iqdam berinteraksi langsung dengan jemaah.
Momen paling menyentuh terjadi ketika ia menyapa Zuhair (26), jemaah berkebutuhan khusus asal Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan.
Zuhair yang hadir dengan kursi roda dan didampingi ibunya, menjawab pertanyaan dengan suara terbata-bata.
Ia mengaku gemar mengaji dan rutin mengikuti pengajian melalui YouTube.
Jawaban sederhana itu membuat suasana emosional. Gus Iqdam tampak meneteskan air mata, lalu mengajak Zuhair bersholawat bersama.
Dengan penuh semangat, Zuhair melantunkan sholawat yang kemudian diikuti ribuan jemaah.
Banyak jemaah tak kuasa menahan haru. Air mata pun mengalir di tengah lantunan sholawat yang menggema.
Baca Juga: Pasar Bangsri Baru Jepara Siap Ditempati, Diawali Selamatan dan Iring-iringan Pedagang
Dalam kesempatan itu, Zuhair juga menerima hadiah uang sebesar Rp 2 juta dari Gus Iqdam.
Kisah Perjuangan Jemaah
Interaksi hangat juga dirasakan Siti Zahroh, warga Jepara yang merantau di Bogor.
Ia rela menempuh perjalanan jauh sejak Minggu (12/4) pagi dengan biaya bus Rp 280 ribu sekali jalan demi menghadiri pengajian.
“Senang sekali, rasanya tidak bisa diucapkan,” ujarnya dengan mata berbinar. Ia pun mendapatkan hadiah Rp 2,8 juta dari Gus Iqdam.
Cerita lain datang dari Nur Sufa’ati, jemaah asal Tayu yang sudah tiba sejak pukul 14.00 demi mendapatkan tempat.
Ia mengaku pengalaman mengikuti pengajian langsung jauh lebih berkesan dibanding menonton melalui media sosial.
Sementara itu, Adi Nugroho, warga Panggang, juga mendapat kesempatan berinteraksi dan menyampaikan doa agar Jepara semakin maju.
Ia menerima hadiah Rp 1 juta dari Gus Iqdam.
Kelompok rebana Al Mahira dari Desa Senenan, Tahunan, turut mendapat perhatian berupa satu set alat rebana dari Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan
Menjelang akhir acara, hujan deras mengguyur kawasan alun-alun.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat jemaah. Sebagian berteduh, sementara lainnya tetap bertahan dengan jas hujan dan payung seadanya.
Di tengah guyuran hujan, lantunan sholawat tetap menggema, menciptakan suasana religius yang mendalam.
Setelah pengajian usai, jemaah meninggalkan lokasi dengan tertib, membawa pengalaman spiritual yang membekas.
Pengajian akbar ini menjadi salah satu rangkaian paling meriah dalam peringatan Hari Jadi ke-477 Jepara, sekaligus momentum memperkuat nilai keagamaan masyarakat.
“Ini dalam rangka mewujudkan Kabupaten Jepara yang makmur, unggul, lestari dan religius,” ungkap Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar. (fik)
Editor : Abdul Rochim