JEPARA — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara mulai berjalan, namun untuk sementara waktu aktivitas di lokasi proyek terhenti.
Kondisi ini terlihat saat dilakukan pemantauan di kawasan Bumi Perkemahan Pakis Aji, Rabu (18/3), yang tampak lengang tanpa kehadiran pekerja.
Di bagian depan lokasi, pagar proyek sudah berdiri. Namun, di sisi lainnya, pengerjaan pagar belum selesai sepenuhnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal 19 Maret
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan masih dalam tahap awal dan belum merata di seluruh area.
Sejumlah alat berat seperti truck crane masih terlihat berada di dalam lokasi proyek. Selain itu, terdapat beberapa material bangunan meski jumlahnya terbatas.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa proyek sempat berjalan sebelum akhirnya berhenti sementara.
Hingga saat ini, belum tampak bangunan utama berdiri. Proses pembangunan masih sebatas pengerjaan awal seperti pembuatan kolom struktur dan penggalian tanah untuk fondasi.
Baca Juga: Pemkab Kudus Pertimbangkan Arus Balik Gratis, Respons Antusiasme Mudik Lebaran
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hanief Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara detail perkembangan proyek tersebut karena menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Untuk progresnya kami tidak tahu, karena itu langsung ditangani oleh pusat,” ujarnya.
Saat dilakukan penelusuran di lokasi, tidak ditemukan pihak yang dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait proyek tersebut.
Warga sekitar mengungkapkan bahwa aktivitas pembangunan sudah tidak terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Mereka menduga penghentian sementara ini berkaitan dengan libur Idulfitri.
“Sudah beberapa hari ini sepi, kemungkinan nanti dilanjutkan setelah Lebaran,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski sempat terhenti, keberadaan alat berat dan struktur awal menunjukkan bahwa proyek Sekolah Rakyat tersebut tetap berjalan secara bertahap.