Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Jelang Waktu Sahur, Warung Seafood di Pantai Karangkebagusan Jepara Terbakar: Pemiliknya Rugi Ratusan Juta

Admin • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:52 WIB
MEMBARA: Si Jago Merah bakar warung di Pantai Pelayaran, Karangkebagusan, Jepara pada Senin-Selasa (16-17/3) dini hari. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)
MEMBARA: Si Jago Merah bakar warung di Pantai Pelayaran, Karangkebagusan, Jepara pada Senin-Selasa (16-17/3) dini hari. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR PATI)

JEPARA — Sejumlah warung di kawasan Pantai Pelayaran, RT 2/RW 6, Kelurahan Karangkebagusan, Jepara, terbakar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/3) malam hingga Selasa (17/3) dini hari. 

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30, menghanguskan setidaknya empat bangunan warung, yang sebagian besar berbahan kayu.

Baca Juga: Warga Karimunjawa Antusias Mudik Gratis Disambut : Pemerintah Sediakan 1200 Kursi Sebelum dan Setelah Lebaran

Salah satu pedagang warung di kawasan tersebut, Rizki Putra Ardian (19), mengatakan api pertama kali muncul terlihat dari bagian belakang salah satu warung.

Saat itu kondisi kawasan sudah mulai sepi, karena sebagian besar warung telah tutup.

Api, sebutnya, bermula dari Kedai Seafood Jeparadise. Lalu merembet ke beberapa warung di sekitarnya.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain, yang berdiri berdempetan di kawasan wisata pantai tersebut.

 "Sekitar jam 22.30 malam. Tiba-tiba terlihat api dari belakang warung. Awalnya kecil, tapi cepat membesar," katanya yang kebetulan masih membuka warung tak jauh dari lokasi.

Ia menuturkan, sebagian besar bangunan warung di lokasi terbuat dari kayu, sehingga api dengan mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Dalam waktu singkat, kobaran api membakar sekitar tiga hingga empat warung yang berada di lokasi tersebut.

Salah satu warung yang terdampak cukup parah ialah warung Jeparadise yang berlantai dua.

Rizki menyebutkan ia mengetahui kejadian tersebut, karena saat kejadian warungnya masih beroperasi.

Berbeda dengan sebagian besar warung lain, yang biasanya tutup sekitar pukul 21.00 hingga 22.00. Warung milik Rizki sendiri, diketahui buka hingga 24 jam.

“Kalau tidak ada yang tahu (kebakaran, red) bisa habis semua. Saat saya melihat api, saya langsung mencari bantuan,” ucapnya.

Sebelum api membesar, Rizki juga sempat melihat lampu di sekitar lokasi berkedip-kedip.

Meski demikian belum dapat dipastikan apakah hal itu berkaitan dengan penyebab kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan pada pukul 23.21, segera menuju lokasi kejadian.

Empat unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk melakukan penanganan.

Armada tersebut masing-masing berasal dari Mako 113 Jepara dan Pos Pemadam Kalinyamatan.

Satu dari BPBD serta PMI Jepara. Petugas berjibaku mengumpulkan api, supaya tidak merambat ke bangunan lain di kawasan pantai.

Tak hanya mengandalkan pasokan udara dari petugas pemadam kebakaran, petugas juga menggunakan udara laut.

Jarak antara warung dengan bibir pantai hanya sekitar 30 meter. Memudahkan petugas dalam mempercepat pemadaman api.

Setelah dilakukan upaya pemadaman, api berhasil padam pada Selasa (17/3) pukul 01.00.

Kendati demikian petugas pemadam kebakaran juga masih menyemprotkan udara. Sebagai upaya pendinginan, agar api tidak kembali menyala.

Terlebih lagi kayu yang terbakar, menjadi arang, yang berpotensi masih memiliki bara.

Pantauan di lokasi kejadian, hingga hampir pukul 01.30, petugas pemadam kebakaran masih berusaha menjaga api, agar tidak kembali hidup.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

Penyebab pasti kebakaran diduga karena korsleting listrik. Sementara tak banyak yang dapat diselamatkan dari warung tersebut.

Puing-puing sisa kebakaran tampak di lokasi kejadian. (fik/him)

 

 

 

Editor : Admin
#warung seafood #pantai karangkebagusan #jepara #kebakaran