Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Makam Korban Oplosan di Jepara Dibuka Kembali, Tim Forensik Polda Jateng Selidiki Penyebab Kematian

Abdul Rochim • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:05 WIB
Polda Jateng membongkar makam korban miras oplosan di Jepara, Rabu (11/2). (FIKRI T/RADAR PATI)
Polda Jateng membongkar makam korban miras oplosan di Jepara, Rabu (11/2). (FIKRI T/RADAR PATI)

JEPARA — Aktivitas tak biasa terlihat di area Pemakaman Tegalrejo, RT 3/RW 2 Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Rabu (11/2) sore.

Area yang biasanya lengang mendadak dipenuhi petugas dan warga yang menyaksikan dari kejauhan.

Garis polisi membentang mengitari salah satu titik makam, sementara sebuah tenda darurat didirikan untuk menunjang proses pemeriksaan.

Makam Sholeh (51), korban yang diduga meninggal akibat mengonsumsi miras atau gingseng oplosan, dibuka kembali untuk keperluan autopsi.

Proses pembongkaran dilakukan oleh tim gabungan dari Laboratorium Forensik (Labfor) dan Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah.

Sholeh sebelumnya dimakamkan pada Senin (9/2) sore.

Ia diketahui membeli dan meminum racikan oplosan yang diproduksi di lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah mengalami keluhan pusing dan muntah, korban sempat mendapat perawatan di RS Kartini, namun dinyatakan meninggal dunia pada Senin (9/2) pukul 14.30 WIB.

Ekshumasi dimulai menjelang waktu Asar dan berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB.

Petugas melakukan pembongkaran dan pengambilan sampel untuk kepentingan uji laboratorium.

Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyatakan langkah tersebut diambil guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

“Kami membutuhkan hasil uji forensik untuk memastikan faktor penyebab kematian. Tim Labfor dan Dokkes Polda sudah kami turunkan untuk pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan dalam racikan minuman tersebut secara terpisah tergolong legal.

Namun, pencampuran dengan komposisi tertentu diduga menjadikannya berbahaya.

“Secara hukum dan aspek kesehatan, pencampuran dengan takaran yang tidak sesuai bisa menimbulkan risiko serius. Ini yang sedang kami dalami,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, para korban dilaporkan mengalami gejala berat seperti sesak napas dan penurunan kesadaran sebelum meninggal dunia.

Sementara itu, suasana duka masih terasa di kediaman Sholeh yang berjarak tak jauh dari lokasi usaha tempat minuman oplosan itu diproduksi.

Warga setempat secara rutin menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Pihak kepolisian menyatakan hasil uji laboratorium akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan rampung. (fik/him)

Editor : Abdul Rochim
#jamu gingseng oplosan #miras oplosan di Jepara #oplosan maut di Jepara #makam korban miras oplosan dibongkar #polres jepara tetapkan tersangka miras oplosan #gingseng oplosan