Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional di Jepara, Pengerjaan FS Diproyeksikan Pada Tahun Ini

Fikri Thoharudin • Selasa, 8 Juli 2025 | 21:33 WIB
MEMBENTANG: Kondisi pesisir Balong Jepara yang digadang-gadang menjadi Pelabuhan.
MEMBENTANG: Kondisi pesisir Balong Jepara yang digadang-gadang menjadi Pelabuhan.

JEPARA - Rencana pembangunan pelabuhan Internasional untuk aktivitas ekpor-impor di Jepara, mendapat sinyal positif dari calon investor asal Spanyol.

Pengerjaan Feasibility Study (FA) diproyeksikan dilakukan pada tahun ini.

Pelabuhan niaga skala internasional di Jepara direncanakan menggunakan lahan seluas 700 hektar.

Letaknya sangat strategis di ujung utara Pulau Jawa dan langsung berhadapan dengan Laut Jawa.

Lokasi tersebut rencananya digunakan untuk pengembangan kawasan peruntukan industri yang terintegrasi dengan pembangunan pelabuhan ekspor impor.

Diketahui awal Oktober mendatang, calon investor pelabuhan internasional asal Spanyol akan mengunjungi Jepara.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kadin Spanyol dan calon investor asal Negeri Matador itu lewat pertemuan virtual sepekan yang lalu.

Pertemuan virtual itu dilakukan untuk menjalin potensi kerja sama strategis, utamanya dalam bidang investasi dan pengembangan infrastruktur kelautan.

Pertemuan virtual itu diikuti oleh Secretary Jenderal of ASEMPEA Antonio Vinal, Asempea Member and Managing Director General PROES Ignacio Sanchidrian Vidal, Asempea Member and Director Gerente GEOMYTSA Asterio Recio Garcia, Asempea Member Javier Rasilla.

Termasuk Vice Chairman of Kadin Bilateral Committee of Spain and Portugal Alexander H. Effendie serta sejumlah nama lain dari Indonesia seperti IGK Manila dan lainnya.

"Progresnya menggembirakan, awal Oktober mereka ke Jepara. Kita tatap rencana pembangunan pelabuhan internasional di Jepara dengan optimisme yang kuat," kata ungkap Wiwit pada Senin (7/7)

Pada Jumat (14/3) lalu, Wiwit telah bertemu dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fransisco de Asís Aguilera, di Kedubes Spanyol, di Jakarta Pusat.

Pertemuan berlanjut setelah itu, Dubes Fransisco de Asís Aguilera yang berkunjung Jepara sekaligus meninjau calon lokasi pelabuhan pada Selasa (29/4).

Menurut Wiwit, calon investor asal Spanyol memiliki reputasi baik. Saat ini, mereka juga membangun sejumlah pelabuhan di belahan Asia.

"Semoga nanti yang di Jepara juga dapat dibangun," ucapnya.

Sejak awal menjabat Wiwit tampak serius merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan internasional di Balong.

Ia langsung tancap gas bertemu dengan sejumlah pihak, mulai dari jajaran PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) dan lainnya.

Bupati menegaskan jika Jepara, tidak lagi hanya dikenal sebagai kota ukir dan tujuan wisata, namun juga memiliki potensi kelautan yang besar.

Lokasi geografis Jepara yang berada di jalur strategis Selat Karimata dan Laut Jawa dinilai sangat potensial untuk pengembangan pelabuhan berstandar internasional.

Lebih lanjut, ia menekankan adanya pelabuhan ini bukan hanya penting bagi Jepara, tetapi juga bagi Jawa Tengah secara keseluruhan, mengingat tantangan yang sedang dihadapi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Ini menjadi peluang bersama untuk menjaga roda pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap bergerak," tuturnya.

Keberadaan pelabuhan internasional di Jepara diproyeksikan, dapat memperkuat konektivitas logistik, baik antar pulau di Indonesia maupun rute pelayaran internasional. (fik/amr)

Editor : Syaiful Amri
#jepara #pelabuhan internasional #Bupati Jepara Witiarso Utomo