Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

MIRIS! Ngaku Guru SMP malah Cabuli Anak-anak Korban Merasa Sakit saat Buang Air Kecil

Fikri Thoharudin • Sabtu, 14 Juni 2025 | 06:02 WIB

Photo
Photo


JEPARA
- Seorang pria paruh baya diduga mencabuli beberapa anak di Kabupaten Jepara.

Korban mengaku merasakan sakit di area kemaluannya saat buang air kecil.

Informasi sementara yang berhasil dikumpulkan wartawan, terduga pelaku berinisial Y tersebut, bukan merupakan warga asli Jepara.

Melainkan orang Cilacap yang kemudian mendapatkan istri orang Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan.

Salah satu kerabat korban, Dedi, mengaku kaget ketika mendapati kabar bahwa sanak saudaranya yang diduga menjadi korban pencabulan tersebut.

Informasi yang diterima Dedi, sedikitnya baru dua anak yang diketahui menjadi korban.

Yakni keponakan dan tetangga dekat rumahnya.

"Modusnya itu menawari untuk masuk di salah satu sekolah, karena ini juga wayah (waktu, Red) lulusan anak-anak SD," ungkapnya Jumat (13/6).

Korban mulanya diiming-imingi dengan berbagai fasilitas saat mendapatkan promosi palsu untuk masuk sekolah SMP tersebut.

"Seperti akan diantar jemput, diberi tas dan lainnya. Korban diajak jalan-jalan dan dibelikan jajan," ucapnya.

Namun di saat mengajak jalan-jalan itulah, terduga pelaku malah melakukan aksi pencabulan terhadap anak usia 12 tahunan tersebut.

"Korban saat ini mengaku merasa sakit saat pipis, entah diapakan sama pelaku," geramnya.

Dedi pun berharap jika terbukti benar terduga pelaku melakukan aksi pencabulan terhadap dua anak laki-laki tersebut, supaya mendapatkan hukuman yang berat.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela membenarkan informasi tersebut.

AKP Wildan menyampaikan bahwa pada Jumat (13/6) siang terduga pelaku pencabulan tersebut diantarkan oleh warga ke Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara.

"Ada warga yang mengantar. Langsung dilakukan pemeriksaan di unit PPA. Saat ini masih berlangsung," sambungnya kemarin sore.

Pihaknya melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan dan proses penyelidikan sementara yang telah dilakukan memang sudah ada dua korban.

Kesemuanya anak-anak, siswa SD.

"Baru satu (korban, Red) yang diperiksa, korban yang satu belum bisa hadir," ujarnya.

Lebih lanjut diterangkan, para korban diminta terduga pelaku yang mengatasnamakan guru di salah satu sekolah SLTP di Kabupaten Jepara tersebut untuk melakukan onani.

Masih dilakukan pendalaman terkait dengan motif terduga pelaku melakukan aksi tersebut.

"Masih kami dalami, perlu mencari keterangan dan alat bukti yang cukup," singkatnya menutup keterangan.(fik)

Editor : Abdul Rochim
#cabul #jepara #pencabulan #anak #anak dibawah 12 tahun #guru smp