SAPI jenis simental berbobot 1,020 ton milik Suharto, warga Dukuh Randu, Desa Pendem, Kecamatan Kembang, baru saja dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk jadi hewan kurban. Sapi tersebut laku seharga Rp 93 juta. Semula, Suharto sempat berencana menjadikan sapi itu jadi sapi kontes. Namun urung terlaksana lantaran lebih dahulu ditawar Presiden. Kini, setelah laku terjual, sapi itu dijaga ketat selama 24 jam.
Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus
BULU-BULU cokelat berpadu putih itu secara perlahan disisir oleh Suharto dengan teliti.
Menggunakan alat khusus berbentuk lingkaran yang terbuat dari besi, ia memberi treatment bagi salah satu sapinya yang saat ini kebanggan baginya.
Sapi berjenis simental itu baru saja terjual untuk hewan kurban.
Yang jadi kebanggan baginya, sapi itu terjual kepada orang nomor 1 di Indonesia.
Yaitu Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi berbobot 1,020 ton itu terjual dengan harga Rp 93 juta.
Treatment itu memang rutin diberikannya kepada semua sapi yang dipeliharanya di sebuah kandang yang berdiri di sebelah kediamannya.
Di Dukuh Randu, Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Di sana, saat ini ia memelihara 6 ekor sapi beragam ukuran dan beragam jenis.
Termasuk seekor sapi yang baru saja dibeli Prabowo Subianto.
Selain memberikan treatment khusus, pria 57 tahun itu juga rutin menjaga kebersihan kandang sapi-sapinya.
Sementara untuk mempercepat pertumbuhan dan bobotnya, ia tak sekedar memberi makan sapi-sapinya dengan rumput. Namun juga rutin diberi makanan pendamping.
”Ada konsentrat, dedak, katul, pellet, polar, ampas ketela, juga ampas tahu,” papar Suharto.
Itu jadi salah satu tipsnya dalam menggenjot pertumbuhan sapi-sapinya.
Dan itu teruji salah satunya untuk sapinya yang baru saja dibeli presiden.
Sapi simental itu dibelinya dari seorang rekannya sesama peternak sapi ketika sapi tersebut masih berusia 18 bulan. Saat itu bobotnya masih sekitar 560 kilogram.
Oleh Suharto, sapi tersebut dipeliharanya di kandangnya selama 14 bulan.
Hingga akhirnya kini bobotnya mencapai 1,020 ton yang akhirnya ditawar oleh Presiden untuk jadi hewan kurban Iduladha tahun ini.
Selain memberi treatment khusus dan pemberian makanan. Suharto juga cukup jeli dalam menjaga kesehatan ternaknya.
Sapi itu masuk kandang itu harus dalam keadaan sehat. Sejak masuk kandang langsung diberi vaksin, obat cacing, dan makanan sehari-harinya dijaga,” imbuh Suharto.
Sapi itu menurutnya memiliki prospek bagus.
Sebab itu, ia sempat berpikir untuk dijadikan sapi kontes. Lantaran, tinggal menaikkan bobotnya sedikit lagi menjadi sekitar 1,2 ton, sapi itu sudah bisa jadi peserta kontes.
Namun sebelum rencana itu terealisasi, tawaran dari Presiden datang.
Tanpa banyak pikir, ia langsung merelakan tawaran tersebut. Ia pun memberi harga Rp 93 juta.
”Rela saya. Karena Pak Presiden. Kalau orang lain, saya masih pikir-pikir. Ada kebanggaan. Andai kata sapi saya ini dibeli orang lain seharga Rp 100 juta misalkan, saya lebih bangga harga segitu, Rp 93 juta tapi saya kasihkan Pak Presiden. Ada kebanggan tersendiri,” kelakarnya.
Kini, Suharto masih bertugas menjaga sapi tersebut agar tetap sehat hingga mendekati hari penyembelihan tiba.
Oleh sebab itu, ia pun meningkatkan keamanan di kandangnya. Di antaranya, dengan memasang CCTV di sekitar kandang.
Selain itu, tiap malam selalu dicek. ”Dijaga 24 jam,” tegas Suharto.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Diyar Susanto melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mudhofir menjelaskan, nantinya sapi kurban milik Presiden Prabowo itu akan tetap disembelih di Jepara.
Untuk lokasinya, pihaknya masih menunggu instruksi.
Namun, menurutnya ada beberapa kriteria kurban milik presiden itu akan disalurkan.
Mulai dari di daerah kantong kemiskinan, hingga wilayah yang hewan kurbannya sedikit. (rom/amr)
Editor : Syaiful Amri