JEPARA, RADARPATI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara inisiasi jalinan kerjasama terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Pada Rabu (16/10) dilakukan penyusunan kesepakatan bersama di Balai Kota Semarang.
Pelaksanaan urusan tersebut merupakan bentuk kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah daerah.
Analis Kebijakan Ahli Muda dalam Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Jepara, Zaenal Arifin menyebutkan kerjasama antar daerah tersebut, di antaranya dalam rangka penanggulangan inflasi daerah dan upaya pengembangan pariwisata.
"Langkah pertama bikin kesepakatan bersama antar kepala daerah, nanti dilanjutkan perjanjian kerjasama antar dinas," ungkapnya kemarin.
Inisiasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penawaran kerjasama antar daerah, antara Kabupaten Jepara dan Kota Semarang pada (30/8) lalu.
Meskipun sifat kesepakatan kerjasama masih umum, tapi menjadi penting lantaran sebagai payung terbitnya perjanjian kerjasama.
"Saat ini kami sudah membawa dinas ketahanan pangan dan pertanian, dinas perindustrian dan perdagangan, dinas pariwisata dan kebudayaan serta dinas perikanan," jelasnya.
"Sistem kerjasamanya terkait pemasaran atau pelatihan. Seperti yang diketahui Jepara surplus beras yang bisa diserap Kota Semarang. Ada juga kopi, jagung, kain tenun troso, mebel, maupun destinasi wisata," rujuknya.
Pada tahun sebelumnya, kami sudah pernah membuat perjanjian kerjasama dengan kabupaten sekitar.
Seperti Demak, Kudus, Pati, Salatiga, dan Kabupaten Semarang.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jepara, terlebih untuk mengendalikan inflasi," katanya.
Sinergi antar daerah kabupaten/kota menjadi penting lantaran seringkali mendapati apresiasi dari pusat.
Seperti dalam bentuk penerimaan anggaran dari kementerian, bankeu, maupun dana alokasi khusus.
"Kerjasama maksimal lima tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan. Setelah ini tidak menutup kemungkinan dinas-dinas lain turut bergerak dan menindaklanjuti potensi kerjasama ini," tutupnya.(fik)
Editor : Abdul Rochim