BANGSRI, RADARPATI.ID - Jembatan Dukuh Kalitelon Desa Tengguli yang menjadi penghubung jalur alternatif antara Desa Guyangan - Bangsri alami kerusakan pada struktur pondasi.
Akibatnya jembatan melengkung dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Perangkat Desa Tengguli, Sobry menyampaikan tidak tahu persis kapan kerusakan itu terjadi.
"Tahu-tahu ada laporan warga seperti itu, entah malamnya ada truk yang muatan berat yang lewat atau memang kontruksi sudah tua," sebutnya Rabu (4/9).
Sementara itu, pihaknya juga menyebut dari tahun ke tahun telah berusaha mengajukan perbaikan dengan menggunakan APBDes.
Namun hingga saat ini belum terafirmasi.
"Belum lama ini dilakukan musyawarah, untuk dipalang menggunakan kayu supaya kendaraan besar tidak melintas di jalan kabupaten tersebut. Penyangga (pondasi, Red) tengah sudah ambrol, bahaya," katanya.
Sementara itu, warga Desa Tengguli, Ahmad Sutrisno, 34, mengatakan peranan jembatan itu amat penting.
Karena juga digunakan oleh warga luar daerah.
"Karyawan-karyawan pabrik garmen banyak yang lewat sini. Istilahnya ini jalur utama yang dari arah utara seperti Keling, Jenggotan, dan Kembang. Kalau tidak harus memutar lewat jalan lain yang lebih panjang," katanya.
Sutris juga menyebut bahwa jembatan itu pernah putus sekitar tahun 1996 lalu, disebabkan banjir.
Hingga dibangun ulang dan sampai sekarang.
"Untuk sementara pengguna jalan khususnya roda empat diurai ke barat. Lewat Dukuh Kemlokomanis Kalitelon atau lewat timur Dukuh Ngempik," ucapnya.
Pihaknya berharap pemerintah terkait dapat segera turun tangan.
Sebab kondisinya yang dapat semakin parah.
"Untuk saat ini yang rusak parah di bagian pondasi jembatan. Mengakibatkan badan utama jembatan merosot dan hampir patah," tandasnya.(fik)
Editor : Abdul Rochim