JEPARA, RADARPATI.ID – Proses penanaman rumput lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara telah rampung.
Saat ini, telah masuk dalam proses penumbuhan yang ditargetkan bisa tumbuh merata Oktober mendatang.
Nantinya, saat proses renovasi dan pengerjaan lapangan Stadion GBK Jepara rampung, Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Jepara diminta untuk menyiapkan tim yang bertugas untuk khusus perawatan rumput.
Atho`illah, Subkor Pembangunan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara menjelaskan, proses penanaman rumput itu sejatinya rampung akhir pekan lalu.
Saat ini, masih dalam tahap perawatan agar bertumbuhannya bisa merata dan cepat.
Perawatan kali ini masih dilakukan oleh tim kontraktor hingga proses pengerjaan renovasi Stadion GBK Jepara rampung.
”Setelah itu nanti, perawatannya diserahkan ke Dinas. Dilatihlah orangnya. Sampai akhir proyek, setelah itu perawatannya diserahkan ke Dinas. Jadi nanti UPT dilatih orangnya,” papar Atho`illah kemarin.
Ia menjelaskan, perawatan rumput Stadion GBK Jepara kali ini diprediksi lebih mahal dibanding rumput yang tertanam di lapangan Stadion GBK sebelumnya.
Diketahui, saat ini rumput yang dipakai dalam lapangan Stadion GBK Jepara adalah rumput jenis Zoysia matrella.
Rumput itu dipilih lantaran jadi salah satu jenis rumput yang direkomendasikan oleh FIFA.
Khususnya untuk stadion yang berada di wilayah tropis.
Saat ini, sudah ada beberapa stadion yang telah menggunakan rumput jenis ini untuk ditanam di lapanganya, di antaranya Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.
Selain itu, rumput jenis itu dipilih lantaran ideal digunakan di lapangan sepak bola. Pasalnya, rumput ini memiliki elastisitas sangat baik.
Itu akan membuat aliran bola bisa bergulir dengan stabil. Sehingga itu akan memudahkan pemain untuk menggiring bola.
Selain itu, rumput ini juga dilengkapi akar yang kuat. Sehingga itu membuat rumput jenis ini tidak mudah terkelupas dan aman ketika bersentuhan langsung dengan pul atau stud sepatu pemain sepak bola.
”Perawatannya mahal. Kisaran di Rp 20 hingga Rp 30 juta perbulan,” kata Atho`illah.
Terkait tim yang akan dilatih untuk perawatan rumput itu, menurut Atho`illah untuk saat ini masih belum dibentuk.
Ia memperkirakan sosok-sosoknya akan ditentukan nanti saat proses renovasi Stadion GBK Jepara mendekati rampung. (rom)