JEPARA, RADARPATI.ID — Pengelola Museum RA Kartini bertekad agar ke depannya kunjungan ke Museum RA Kartini Jepara bisa dijadikan salah satu muatan lokal di seluruh sekolah di Jepara.
Bila tidak dalam bentuk muatan lokal, bisa berupa regulasi atau imbauan untuk seluruh sekolah di Jepara.
Selain sebagai upaya untuk menambah okupansi pengunjung, itu juga bisa jadi sarana mengenalkan sejarah pahlawan asli Jepara ke para siswa. Itu disampaikan Manajer Museum RA Kartini Iwan Nugroho.
”Harapannya ada himbauan atau apa dari Kepala Daerah, harapan kami ada kunjungan dari TK/RA hingga SMA yang diwajibkan setahun sekali berkunjung ke Museum RA Kartini,” ujar Iwan.
Pasalnya, hingga saat ini ia mengakui dalam hal pewajiban itu belum ada. Hanya saja, pihaknya juga tetap menggelar sosialisasi museum dalam kegiatan Museum Masuk Sekolah.
”Jadi secara mandiri. Kami marketing agar mau berkunjung ke museum,” imbuh Iwan.
Menurutnya, saat ini keberadaan Museum RA Kartini Jepara itu jadi salah satu kekayaan daerah yang punya nilai sejarah salah satu pahlawan nasional asli Jepara, yaitu RA Kartini.
Sehingga, ia berharap setiap sekolah di Jepara mau ikut andil dalam menjaga sejarah salah satunya dengan mengajak siswanya datang ke Museum RA Kartini.
"Museum RA Kartini ini berkaitan dengan sejarah dan budaya ini bisa jadi muatan lokal di pendidikan. Jadi satu sekolah itu minimal setahun sekali berkunjung ke museum. Mulai dari PAUD, TK/RA, SD, SMP, hingga SMA. Baik itu negeri maupun swasta,” tandas Iwan. (rom/war)
Editor : Achmad Ulil Albab