Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Festival Kebudayaan Perdana di Jepara Sukses Tampilkan Jembul Banyumanis

Abdul Rochim • Rabu, 15 Mei 2024 | 02:03 WIB

BUDAYA: Tradisi jembul tulakan. (SYAHRI MUHAROM/RADAR KUDUS)
BUDAYA: Tradisi jembul tulakan. (SYAHRI MUHAROM/RADAR KUDUS)

JEPARA, RADARPATI.ID - Setelahpemecahan rekor Muri, dilanjutkan dengan pentas Festival Budaya di tempat yang sama.

Tradisi Jembul Banyumanis berhasil menghibur para pengunjung wisata Pantai Tirta Samudra, Bandengan.

Jembul Banyumanis itu dipandu narator berbahasa Jawa dan Inggris. Tradisi ini rutin digelar setiap sedekah bumi Desa Banyumanis, Donorojo.

Prosesi itu dimulai dengan penyerahan pusaka Ki Rekso Buwono antara lembaga adat dengan Kepala Desa Banyumanis.

Kirab Pusaka itu dibuka dengan tari rondek khas Banyumanis. Perpaduan antara tari reog dan ledek.

Dilanjutkan dengan pasukan yang membawa jembul dari tiga dukuh di Desa Banyumanis. Perwakilan dukuh juga membawa seserahan hasil bumi kepada kepala desa.

Jembul yang digotong beberapa pasukan itu mondar-mandir kesana-kemari. Seolah bergerak tidak tentu arahnya.

Atraksi ini yang ditunggu penonton. Disambut dengan tepuk tangan.

Lalu disambung dengan  tari kenyo manis dan tarian tayub. Di ujung prosesi, kepala desa mengelilingi jembul tiga kali. Diakhiri denganpembubaran jembul.

Rencananya, festival tersebut akan digelar rutin tiap dua hingga tiga bulan sekali. Dengan jenis kebudayaan yang beragam dari berbagai desa di Jepara.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Moh.

Eko Udyyono menjelaskan, Dalam event festival budaya yang ditampilkan itu memunculkan tradisi dan budaya yang sudah tersohor di setiap desa.

Beberapa contohnya adalah Jembul Banyumanis, Perang Obor Tegalsambi, hingga Memeden Gadu Desa Kepuk.

Penampilannya langsung oleh pihak desa masing-masing.

”Harapannya nanti ini berkelanjutan. Dan ini adalah awal. Harapan tiap dua atau tiga bulan kami laksanakan lagi,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya even itu bisa mengenalkan budaya lokal masing-masing desa di Jepara.

Sekaligus bisa meningkatkan pendapatan daerah dari okupansi pengunjung objek wisata milik Pemkab. (rom/war)

 

 

 

 

Editor : Abdul Rochim
#jepara #jembul tulakan #muri