JEPARA, RADARPATI.ID — Dua partai di Jepara berpeluang membentuk koalisi hijau. Kedua partai itu adalah PKB dan PPP.
Keduanya membuka pintu masing-masing untuk bersatu pada Pilkada 2024 mendatang.
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Jepara KH Nuruddin Amin menyampaikan, muncul dorongan tokoh kiai dan ulama yang bercita-cita PKB dan PPP bersatu.
Selain itu, juga menjadi momentum bersatunya dua kekuatan politik yang selama ini dipersepsikan sulit bersatu.
“Padahal di dalam ya baik-baik saja. Nah, cita-cita ini patut diperjuangkan. Adem. Tentu ini menjadi kekuatan besar,” ujar sosok yang sering disapa Gus Nung itu.
Ia menambahkan, dirinya telah diberi mandat oleh partai sebagai bakal calon bupati.
Meski demikian, ada tugas lain untuk menjalin komunikasi politik dengan partai lain.
Pasalnya masih butuh koalisi partai untuk bisa mengusung bakal calon bupati-bakal calon wakil bupati.
“Sekarang ini masih terus berjalan. Komunikasi dengan PPP. Juga dengan partai lain maupun tokoh-tokoh yang potensial. Karena itu yang ditugaskan partai kepada saya dalam rangka persiapan Pilkada 2024,” teranganya.
Terkait wacana koalisi dengan PPP, pihaknya akan terus mendorong.
Kekuatan besar dari kedua partai adalah dari sisi kader yang militan.
Akar rumput masing-masing partai memiliki loyalitas yang tinggi.
“Penjajakan tetap kami lakukan. Baru kemudian nanti disepakati sosok nama yang muncul. Sedangkan potensi bergabungnya partai lain juga masih lebar. Ini kan dinamis. Dengan siapapun komunikasi tetap jalan. Termasuk dengan Mas Wiwit. Sempat diundang buka bersama tapi pas bersamaan dengan acara di DPC,” tuturnya.
Gayung bersambut, Ketua DPC PPP Jepara Masykuri mengamini gagasan itu.
Sejak Pilkada 2012 dan 2017 sempat ada keinginan ke arah koalisi PPP-PKB. Namun belum berjodoh.
“Jika kesempatan itu datang lagi dan peluangnya ada, kenapa tidak. PPP-PKB Bersatu,” tuturnya.
Masykuri menegaskan, demokrasi Jepara harus semakin berkembang.
Ditandai dengan munculnya pilihan-pilihan sosok calon pemimpin daerah.
PPP dan PKB dalam penjajakan untuk mengusung calon pimpinan daerah itu.
“Masing-masing partai kan ada mekanismenya. PPP punya nama yang kami utamakan kader sendiri. PKB punya nama. Maka perlu dikonvensikan di internal. Mana yang cocok,” tuturnya. (war/aua)