JEPARA, RADARPATI.ID – Masjid Almakmur di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan dianggap salah satu masjid yang memiliki sejarah di Kabupaten Jepara.
Meski saat ini masjid tersebut tampak lebih modern, setelah mengalami pemugaran hingga beberapa kali.
Masjid tersebut diprediksi sudah ada sejak sekitar abad ke-15 atau 16 masehi. Masjid tersebut berada sekitar 100 meter dari ruas jalan nasional Jepara – Semarang.
Lokasinya ada di tengah-tengah wilayah perkampungan Desa Kriyan.
Di dalam, ornamennya dihiasi ukiran jati khas Jepara di seluruh sisi. Mulai dari dinding, plafon, hingga area mihrab dan mimbar.
Muhammad, seorang tokoh ulama Desa Kriyan sekaligus Pimpinan Ponpes Nailun Najah Assalafiy Kriyan menjelaskan, masjid tersebut didirikan oleh Raden Kusumo Abdul Jalil.
”Beliau utusan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Beliau termasuk penasehat spiritual Ratu Kalinyamat,” ungkap Muhammad.
Dari informasi yang ia dapat secara turun temurun terkait sejarah masjid tersebut, Masjid Al-Makmur Kriyan itu dahulu dibangun di atas sebuah area rawa.
”Bentuk bangunannya mirip seperti Masjid Agung Demak, cuman fotonya tidak saya temukan,” ungkapnya.
Meskipun didirikan oleh penasehat spiritual Ratu Kalinyamat, menurutnya masjid tersebut justru didirikan saat menjelang runtuhnya Kerajaan Kalinyamat.
”Kemungkinan besar masjid tersebut berdiri, sesudah Kraton Kalinyamat sudah tidak jaya lagi, karena meninggalnya Sulthan Hadlirin,” kata Muhammad.
Hingga saat ini, beberapa artefak peninggalan bangunan masjid yang asli masih tersimpan di beberapa titik area masjid.
Di antaranya batu gilang, berupa puing-puing batu yang memiliki aksara Tiongkok yang diprediksi bagian dari bangunna masjid terdahulu, dan puncak atau pustaka masjid bentuk limas paling atas.
Selain dua artefak tersebut, di komplek masjid tersebut juga terdapat mata air yang dianggap Tirta Kahuripan.
Oleh masyarakat, sebagian percaya air tersebut dapat menjadi obat penyakit. (rom/him)
Editor : Achmad Ulil Albab