JEPARA, RADARPATI.ID — Sejak Jumat (8/3) lalu sebagian besar wilayah Kabupaten Jepara diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Itu masih berlanjut hingga kemarin (11/3).
Berdasarkan informasi dari Badan Metreologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca buruk di Jepara itu diprediksi masih akan berlanjut hingga sepekan ke depan.
Atas itu, sejak kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mulai mengingatkan masyarakat agar waspada.
Terutama terhadap potensi bencana hidrologis yang bisa saja terjadi. Meliputi tanah longsor, banjir, hingga angin kencang.
Kejadian tersebut sebelumnya juga telah terjadi Sabtu (9/3) lalu, tersebar di beberapa kecamatan di Jepara.
Itu menyebabkan sejumlah bangunan di beberapa kecamatan rusak. Mulai dari rumah huni, hingga bangunan fasilitas umum.
Hingga saat ini, tim BPBD Jepara masih melakukan pendataan kerusakan yang terjadi akibat cuaca buruk Sabtu lalu.
Penanganan sementara yang dilakukan yakni pemberian santunan terhadap warga terdampak. Bentuknya berupa uang tunai hingga logistik untuk makan.
Sementara untuk sarana dan prasarana yang terdampak, diberi bantuan karung sak hingga terpal.
”Sebagaimana rilis dari BMKG, beberapa hari ke depan masih berpotensi hujan. Tapi tak selebat Sabtu kemarin,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.
Baca Juga: Jaring Cabup, PPP Jepara Tak Wajibkan Harus Kader
Ia menegaskan, meski Sabtu lalu jumlah laporan kejadian bencana di awal Maret ini meningkat signifikan, saat ini status kebencanaannya masih di masa transisi.
Meski begitu, pihaknya menjelaskan sebagai antisipasi terjadi dampak bencana lagi yang disebabkan cuaca buruk, Posko Tanggap Darurat 24 jam di BPBD yang di isi relawan gabungan masih aktif 24 jam hingga akhir bulan ini.
”Kami belum menaikkan lagi menjadi Tanggap Darurat. Karena status transisi darurat - ke pemulihan pun masih bisa kami gunakan sebagai payung hukum,” tegasnya. (rom/war/ade)
Editor : Alfian Dani