Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Jepara Gandeng BRIDA Jateng Atasi Masalah Masyarakat Pesisir

Nibros Hassani • Selasa, 5 Maret 2024 | 16:31 WIB
KERJASAMA: Pemerintah Kabupaten Jepara dalam dialog bersama BRIDA Jawa Tengah dan Direktorat Science and Techno Park UNDIP di Ruang Command Center (4/3). (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
KERJASAMA: Pemerintah Kabupaten Jepara dalam dialog bersama BRIDA Jawa Tengah dan Direktorat Science and Techno Park UNDIP di Ruang Command Center (4/3). (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

 



JEPARA, RADARPATI.ID – Pemerintah Kabupaten Jepara menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah untuk mengatasi permasalahan masyarakat pesisir.

Rencananya akan ada pengembangan budidaya bidang perikanan Jepara, dan kerjasama pemanfaatan desalinasi air payau.

Rencana ini disampaikan dalam rapat audiensi bersama Kepala BRIDA Jateng Mohammad Arief Irwanto dan Direktur Direktorat Science and Techno Park UNDIP Prof. Dr. I Nyoman Widiasa.

Selain Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta, hadir juga dalam rapat audiensi kepala OPD terkait: Kepala Dinas Perikanan Farikhah Elida dan Kepala BAPPEDA Hasanudin Hermawan.

Pj Bupati Edy Supriyanta menyambut kerjasama dengan BRIDA Jateng dan UNDIP. Apalagi kedepannya permasalahan masyarakat di kawasan pesisir ikut teratasi termasuk kemiskinan.

“Nelayan kami jumlahnya sekitar 8900 dan sering mendapat kendala saat musim baratan. Anginnya besar dan mereka tidak bisa kemana-mana. Kami perlu support dan Jepara tolong dibantu,” jelas Edy.

Selanjutnya, Kepala BRIDA Jateng Mohammad Arief Irwanto mengungkapkan pihaknya siap membantu Jepara dalam hal pengentasan kemiskinan.

“Kami sedang membangun kolaborasi bersama dengan Perguruan Tinggi, swasta, masyarakat, dan kami ada banyak SDM periset baik di skala nasional yang ditempatkan di Jawa Tengah,” jelas Arief.

Upaya itu juga disambut baik oleh Direktur Direktorat Science and Techno Park UNDIP Prof. Dr. I Nyoman Widiasa.

Pihaknya bisa mengakui keberadaan UNDIP di Jepara belum banyak membantu masyarakat sekitar.

Apalagi banyak masyarakat yang telah membuka kos namun tidak dimanfaatkan oleh mahasiswa karena banyak yang mencari di wilayah Jepara kota.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas penyediaan air minum asin (air payau, air sumur) menjadi air tawar layak konsumsi yang digerakkan oleh solar cell.

Nantinya air tersebut bisa didistribusikan kepada masyarakat.

“Air tidak perlu dimasak bisa langsung diminum,” jelasnya.

Kemudian, dari rapat tersebut pemerintah bersedia menyediakan lahan untuk kerjasama pengembangan perikanan.

Termasuk memanfaatkan Minapolitan Bulu Jepara yang baru dirintis. (nib/aua)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#masyarakat #jepara #kemiskinan #masalah #pesisir